KUMPUL DI YOGYAKARTA

February 16, 2011

Kusen Alipah Hadi, Pemerhati masalah perkotaan dan praktek seni sebagai media, Direktur Yayasan Umar Kayam, Yogyakarta, Indonesia

“Mangan ora mangan kumpul”, memiliki sesuatu untuk dimakan atau tidak, asalkan tetap berkumpul, ungkapan lazim dalam keseharian masyarakat Jawa. Mereka yang sinis melihatnya sebagai mekanisme pelarian, ketidakberanian beradu nasib dengan laju pertumbuhan ekonomi yang menindas. Namun, ungkapan tersebut juga bisa dilihat sebagai modal sosial, salah satu kekuatan masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) yang masih tersisa. Kelompok bisa terbentuk dengan sendirinya tanpa diminta. [ Read more ]

biennale Yogyakarta

Farah Wardani, Direktur Eksekutif Indonesia Visual Art Archive, Yogyakarta, Indonesia

Isu tentang keterlibatan seniman dalam perkembangan masyarakat ini sebenarnya sudah pernah dieksplorasi oleh Hendro Wiyanto 8 tahun lalu di Biennale Yogyakarta 2003, dengan tajuk ‘Country-bution’, yang salah satunya mempersoalkan kontribusi seniman pada ruang sosialnya dan negara. Namun, dulu konteksnya sesuai dengan situasi saat itu, mencoba menawarkan berbagai strategi visual seniman-seniman Yogya dari perspektif perkembangan komunitas/kolektivitas/ruang alternatif dalam seni rupa, yang saat itu sejalan dengan semangat pasca-reformasi. [ Read more ]

biennale Yogyakarta
  • Sponsorship


    Untuk mendukung Biennale Jogja XI silahkan menghubungi kantor Yayasan Biennale Yogyakarta, Telp. +62 (0) 274 587712 atau email ke

    yayasan@biennalejogja.org

  • Contact Info


    Media Center

    Elga Ayudi
    Email:
    - the-equator@biennalejogja.org


    Commitee Equator Office

    d.a Taman Budaya Yogyakarta
    Jl. Sri Wedani No. 1 Yogyakarta
    Telp. (0274) 587712 – kontak Dewi

    Email : the-equator@biennalejogja.org

  • Penyelenggara

  • Pendukung Utama

  • Dipersembahkan Oleh