Pisang Seger, Pramekers Harus Tegas, Happening on Pramex, 2009,12,12, Photographer Dwi OBLO

Dimulai sejak Biennale Jogja XI 2011 ini, Biennale Jogja akan bekerja di sekitar katulistiwa 23.27 derajad Lintang Utara dan Lintang Selatan. Biennale Jogja mencoba untuk memandang ke depan, mengembangkan perspektif baru yang sekaligus juga membuka diri untuk melakukan konfrontasi  atas ‘kemapanan’ ataupun konvensi atas event sejenis. [ Read more ]

biennale Yogyakarta

Edisi ke 1: Perjumpaan Indonesia dan India

The Equator: Biennale Jogja XI 2011 akan menampilkan 40an seniman kontemporer baik dari Indonesia maupun India. Biennale Jogja dalam seri katulistiwa ini tidak hanya bekerja dengan seniman individual maupun kelompok, tetapi juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi seni baik di Indonesia maupun di negara-negara partner. Sehingga dialog, kerjasama, dan kemitraan yang dirintis akan berkelanjutan dan melahirkan kerjasama-kerjasama baru yang lebih luas.

Para seniman akan mempresentasikan karya-karya yang kontekstual dan merepresentasikan situasi sosial terkini yang melingkupi ruang hidup mereka. Mereka akan menampilkan karya-karya secara individual, kelompok, maupun proyek-proyek seni komunitas. Masyarakat bisa mengakses karya-karya itu pada sejak 25 November 2011 s.d 8 Januari 2012 di Jogja Nasional Museum, Taman Budaya Yogyakarta, dan lokasi-lokasi lain di wilayah geografis Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [ Read more ]

biennale Yogyakarta

Alia Swastika
Kurator
Biennale Jogja XI

Alia Swastika lahir di Yogyakarta, 1980. Menyelesaikan studi pada tahun 2002 di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Jurusan Komunikasi. Karirnya di bidang seni dimulai sejak menjadi penulis khusus seni dan budaya di koran-koran dan majalah nasional Kompas, The Jakarta Post, Tempo, dll. Antara 2002-2004, menjadi pemagang editor untuk SURAT newsletter, majalah seni rupa terbitan Yayasan Seni Cemeti, kemudian menjadi kurator di Cemeti Art House, ruang seni alternative terkemuka di Yogyakarta. Secara teratur berkontribusi untuk terbitan-terbitan internasional seperti Art Asia Pacific, TAKE magazines, C-Arts dan beberapa catalok pameran internasional dengan minat utama pada seni, gender, identitas, dan budaya anak muda.

Saat ini bekerja pada Ark Galeri di Jakarta sebagai pengelola dan pengurasi proyek pameran internasional. Proyek-proyek terakhirnya antara lain: Wall Street Arts:
a Jakarta Paris graffiti exhibition, Pameran Tunggal Eko Nugroho, Pameran Tunggal Wimo Ambala Bayang, Pameran Tunggal Tintin Wulia, dan termasuk mengurasi pameran mereka bertiga di Art HK dan Art Stage.

Proyek terkininya adalah Pameran 7 seniman Indonesia di Institute of Contemporary Arts, LASALLE Singapore.

Dia pernah menerima beasiswa untuk mempelajari perihal pengkuratoran di Berlin ( didanai oleh Asia Europe Foundation), di New York (disponsori oleh Asian Cultural Council, Shanghai (sponsor oleh Art Hub), dan baru saja merampungkan magang seni di National Art Gallery, Singapore.


Suman Gopinath (India)
Co – kurator
Biennale Jogja XI

Suman Gopinath, lahir di India pada tahun 1962. Pada tahun 1983 menyelesaikan studinya di bidang sastra Inggris di Bangalore University, dan tahun 1985 meraih gelar MA pada bidang yang sama. Tahun  1999, dengan beasiswa dari British Council, Suman melanjutkan studinya di bidang Fine Arts Administration and Curating di Goldsmiths’ College, London. Tahun 2008 ia kembali ke London untuk mengikuti program 6 minggu di Department if Visual Cultural Golsmiths’ College.

Karirnya diawali dengan bekerja sebagai manajer di galeri Sakshi (1991-2000), dimana dalam kesempatan ini dia dapat bekerja dan membangun jaringan dengan banyak seniman India, antara lain S G Vasudev, Balan Nambiar, N S Harsha, K G Subramanyam, Akbar Padamsee, Nilima Sheikh, dan masih banyak lagi. Pada tahun 2005 sampai saat ini, Suman menjadi kurator independen dan mitra di CoLab Art &Architecture. CoLab Art & Architecture adalah program kuratorial berbasis proyek di Bangalore. CoLab menginisiasi kemitraan dan berkolaborasi dengan lembaga lain, kurator-kurator, seniman kontemporer dan sejarawan seni untuk mengorganisir berbagai kegiatan termasuk pameran, seminar dan residensi yang dirancang untuk menunjukkan kerja seniman kontemporer India dan menunjukkannya dalam konteks praktek internasional. CoLab  saat ini memiliki dua proyek yang sedang berjalan. Satu dengan The Goethe-Institut/Max Mueller Bhavan, Bangalore, India berjudul  Practices in Contemporary Art & Architecture yang dimulai pada bulan Juli 2010, dan yang lainnya dengan Kantor Seni Kontemporer Norwegia(The Office For Contemporary Art Norway), Norway( OCA ) berjudul Reflections on Indian Modernism yang dimulai Februari 2009.

Beberapa pameran penting yang telah dikerjakan oleh Suman antara lain; berkolaborasi dengan Grant Watson dan Anshuman Dasgupta  dalam Horn Please: Narratives from Contemporary Indian Art, di Kunst Museum Bern tahun 2007, sebagai kurator tamu di Lyon Biennale  2007

“The History of a Decade That Has Not Yet Been Named”, serta sebagai salah satu network kurator pada Singapore Biennale 2006.

Sejak tahun 2009-2011, Suman juga aktif mengorganisir sejumlah seminar dan diskusi penting terkait seni rupa India dan menjadi peserta aktif di beberapa lokakarya seni rupa internasional. Beberapa diskusi yang diselengarakan olehnya, antara lain; Nasreen Mohamedi : The Legacy of Indian Abstraction, Maret 2009, Material Traditions, September 2009 (keduanya dilangsungkan di Norwegia), serta beberapa seminar dan workshop di India seperti Re presenting histories, Januari 2009 dan Questions and Dialogues: A Radical Manifesto, Januari 2010.

biennale Yogyakarta

The Equator: Biennale Jogja XI 2011 diselenggarakan dan diorganisir oleh:

Yayasan Biennale Yogyakarta

Misi Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) adalah:

Menginisiasi dan memfasilitasi berbagai upaya mendapatkan konsep strategis perencanaan kota yang berbasis seni-budaya, penyempurnaan blue print kultural kota masa depan sebagai ruang hidup bersama yang adil dan demokratis. Berdiri pada 23 Agustus 2010.

Seni rupa sebagai salah satu sektor kreativitas budaya kian tumbuh dengan pesat di Yogyakarta dan menempati posisi sentral dan sangat penting dalam kehidupan seni rupa Indonesia. Yogyakarta memiliki peran yang sangat dominan dalam sejarah seni rupa Indonesia. Di wilayah ini terdapat akademi seni paling berpengaruh, tempat tinggal para seniman terkemuka dengan peristiwa seni yang tak pernah surut.

Pengembangan dan pengelolaan kekayaan budaya adalah upaya untuk membangun dan mengoptimalkan seluruh potensi kreativitas dari manusia-manusia pencipta karya budaya maupun pemanfaatan seluruh aset budaya yang telah ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

PELINDUNG : Sri Sultan HB X

PEMBINA

1. Suwarno Wisetrotomo (ketua)

Kurator seni rupa, dosen Institut Seni Indonesia, anggota Dewan Kebudayaan Yogyakarta

2. Oei Hong Djien

Pengusaha, kolektor seni rupa

3. Butet Kartaredjasa

Tokoh masyarakat, Ketua Yayasan Bagong Kussudiardjo

4. Mella Jaarsma

Seniman rupa, Pembina yayasan IVAA, Direktur Cemeti Art House

5. Eko Prawoto

Arsitek, Pemerhati masalah perkotaan, dosen Universitas Kristen Duta Wacana, anggota Dewan Kebudayaan Yogyakarta

6. Nindityo Adipurnomo

Seniman rupa, Pengawas yayasan IVAA, Direktur Cemeti Art House

7. Christine Cocca

Praktisi jejaring internasional

PENGAWAS

1. Anggi Minarni

Penggiat masyarakat Heritage Yogyakarta, Direktur Karta Pustaka

2. Ong Hari Wahyu

Seniman Rupa, Aktivis seni komunitas

3. Kusen Alipah Hadi

Praktisi Manajemen Seni, Pemerhati masalah perkotaan dan praktek seni

sebagai media, Direktur Yayasan Umar Kayam

PENGURUS HARIAN

1. Yustina Neni (ketua)

Praktisi Manajemen Seni, Direktur Kedai Kebun Forum, Pembina Yayasan IVAA

2. Dewi Yuliastuti (sekretaris)

Praktisi Manajemen Seni

3. Kusworo Bayu Aji (bendahara)

Praktisi Manajemen Seni, Direktur Teater Garasi

PANITIA PELAKSANA THE EQUATOR: BIENNALE JOGJA XI 2011

Ketua                                       : Yustina Neni

Sekretaris                                : Dewi Yuliastuti

Bendahara                              : Y. Kusworo Bayu Aji

Koordinator Sahabat Biennale Jogja              : Tom Tandio

Curator                                                            : Alia Swastika

Co-kurator                                                       : Suman Gopinath

Asisten Kurator/Program Manager                 : Brigitta Isabella

Direktur Artistik Festival Equator                    : Joned Suryatmoko

Menejer Produksi Festival Equator                 : Vindra Diratara

Koordinator Program Parallel Events             : Aisyah Hilal

Koordinator Area                                             : Ignatius Kendal

Koordinator Marketing &                                 : Elga Ayudi

Public Relation

Koordinator database &                                  : Johanes Budi

In house designer

Display                                                            : Anto Hercules

biennale Yogyakarta

Grace Samboh, Direktur Eksekutif Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, Indonesia

Mengumpulkan dokumen dan dokumentasi Biennale Jogja*

Kehidupan rupanya terlalu besar untuk hanya dijadikan obyek penelitian, dan terlalu agung untuk tidak dirayakan.
(Ignas Kleden, 1988)

Tak bisa dipungkiri, Biennale Jogja (BJ) merupakan perhelatan besar seni rupa rutin yang paling konsisten di Indonesia. Tandingannya hanyalah Biennale Jakarta (yang walau lebih tua dari pada BJ namun tidak serutin BJ penyelenggaraannya). Beberapa biennale lain, seperti di Jawa Timur dan Bali, belum setua kedua biennale yang saya sebut sebelumnya dan juga tidak diselenggarakan serutin keduanya. Seperti Biennale Jakarta, BJ merupakan produk pemerintah kota.
[ Read more ]

biennale Yogyakarta
  • Sponsorship


    Untuk mendukung Biennale Jogja XI silahkan menghubungi kantor Yayasan Biennale Yogyakarta, Telp. +62 (0) 274 587712 atau email ke

    yayasan@biennalejogja.org

  • Contact Info


    Media Center

    Elga Ayudi
    Email:
    - the-equator@biennalejogja.org


    Commitee Equator Office

    d.a Taman Budaya Yogyakarta
    Jl. Sri Wedani No. 1 Yogyakarta
    Telp. (0274) 587712 – kontak Dewi

    Email : the-equator@biennalejogja.org

  • Penyelenggara

  • Pendukung Utama

  • Dipersembahkan Oleh