BJXII-Lifetime Achievement Art Award 2013

_MG_6449

Selamat malam,

Pada tahun ini pemberian penghargaan seniman LAAA( Lifetime Achievement Art Award) memasuki putaran yang ke 5. Tradisi baru yang dilakukan dalam rangka Biennale Jogja sejak 2005

Setiap kali berkait dengan pemberian ini , Pengurus Yayasan BJ bergumul untuk menjawab 2 pertanyaan besar. Dan tentunya ini menjadi pertanyaan bagi publik juga. Yaitu siapa dan mengapa….

Mengapa pemberian anugerah ini penting? Seniman dalam perjalanan karirnya seringkali digambarkan sebagai ‘menapaki jalan sunyi’. Pergumulan2 yang rinci tidaklah sepenuhnya dapat diungkap.

Sekalipun demikian orang memberikan  pengakuan bahwa pada saat ini peran profetik banyak dilakukan oleh seniman. Terlebih dikala terjadi disorientasi dalam kehidupan sosial , manakala ada kabut tebal yang melingkupi perjalanan bangsa…seniman memberikan kesaksian yang dapat menjadi suluh perenungan.

Seni menjagai keterjagaan kemanusiaan kita.

Apresiasi yang diterima sudah pasti ada dan cukup beragam bentuk serta intensitasnya. Komunikasi timbal balik antara seniman dengan masyarakat merupakan komunikasi energi yang saling menghidupi, bagian dari ekosistem budaya, bahkan realitas yang lebih luas ekosistem kehidupan.

‘Good art gives energy’ begitu kata orang.

Peran serta pencapaian panjang inilah yang ingin diberi tanda. Dan diharapkan juga menjadi inspirasi bagi banyak orang,khususnya generasi yang lebih muda.

Ada nilai keteladanan seperti : keteguhan hati, persistent, passion, konsistensi….disamping kualitas artistik dan bobot wacana yang diperjuangkan.

Semangat dan nilai2 inilah yang ingin diberi tanda.

Ada seorang seniman yang malam ini mendapatkan penghargaan LAAA. Dia sudah sangat dikenal .

Tentu saya tidak akan memaparkan argument kelayakan atas pemilihan seniman tersebut dari aspek capaian beliau dalam aras estetik atau kualitas teknik.

Pilihan artistik dan pandangan hidup bisa saja dilihat secara berbeda, namun bagaimana keteguhan seseorang bertahan dan berjuang dalam memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting merupakan nilai yang universal.

Gambaran sikap nilai yang beliau hidupi dalam rentang yang panjang  dapat disebutkan , cuplikan/quotation dari pakar( dari tulisan Agus Burhan) dalam katalog pameran beliau belum lama ini :

Dalam Seni lukis modern Indonesia hanya sedikit seniman yang bisa mempertahankan reputasi kreatifnya terus menerus dengan mengikuti berbagai perubahan spirit zaman yang terjadi. Dari perjalanan waktu ke waktu kreativitas akan aus jika seniman kemudian terjebak pada perspektifnya yang mengukung, apalagi jika ia menjadi romantis dalam pandangan seninya. Karya seninya kemudian menjadi pengulangan yang canggih dan semakin estetik, tetapi terlepas dari spirit zaman tempat yang menghidupi. Dari proses semacam itu, banyak pemberontak seni menjadi mapan setelah zaman dan masyarakat pendukung seni menerima dan mendorongnya menjadi sebuah mitos baru. Oleh karena itu menjadi menarik untuk melihat bagaimana setelah melewati kurun waktu yang lama, seorang seniman dapat bertahan dalam reputasi kreatifnya.

Tetapi yang tetap dipertahankan dalam keterhimpitan itu adalah menyalakan kreativitas untuk melukis dan menjaga moral ideologi keseniaanya supaya tidak terpiuh oleh materi

Dia tidak memanfaatkan peluang melukis manis dan eksotis agar karyanya terserap oleh pasar. Dalam ruang sosial yang masih terbatas oleh belenggu stigma politik, ia justru mempunyai kepekaan psikologis dan pengendapan dalam membaca kondisi sosial di sekitarnya.

Dan, dengan bahagia dan bangga, saya mewakili Pengurus Yayasan BJ menyampaikan nama seniman itu : yang terhormat bapak  Djoko Pekik.

Selamat buat pencapaian panjang dalam perjalanan hidup bapak.

Yogyakarta 6 Januari 2014

Pengurus Yayasan BJ