Category Archives: Parallel Events

Pengumuman Pemenang Pareallel Event BJ XII Equator #2

MEMBACA EQUATOR, MENDEFINISKAN MOBILITAS

Biennale Jogja XII: Equator 2 adalah lanjutan, namun bisa pula “kebaruan” sejarah perjumpaan dengan wilayah (kultural) Arab. Indonesian Encounters the Arab Region. Tema besar, narasi besar, dan juga memori historis yang panjang. Equator dalam sebuah kisah adalah narasi tentang garis geografis, namun juga bisa menjelma menjadi kisah tentang mobilitas kultural yang penuh pertarungan kuasa ataupun kontradiksi.Tak pelak, membaca narasi perjumpaan tak bisa dibatasi oleh peristiwa atau kategori waktu. Justru perjumpaan menampilkan ketak-terbatasan imajinasi. Demikianlah, pembacaan perjumpaan akan (kultur) Arab telah menerobos dinding-dinding waktu, menghablurkan kelampauan dan kekinian. Hal ini bisa ditengok dalam kasus-kasus yang merentang dari perjumpaan awal dengan Islam sampai ironi para TKI, perempuan yang hidup dalam batas-batas harapan dan penderitaan.

Proses pembacaan-pembacaan narasi inilah yang menyebabkan “Parallel events dari Biennale Equator XII” memperoleh hak-hak kesetaraan estetik dari “Main Exhibition”.  Seperti diuarkan oleh Boris Groys (2008), otonomi seni tidak mengandaikan suatu hierarki selera yang otonom—melain­kan penghapusan setiap hierarki semacam itu dan penciptaan rezim hak-hak estetik yang setara untuk segala karya seni. Medan seni seharusnya dilihat sebagai manifestasi yang ter­kodi­fikasi secara sosial dari kesetaraan funda­mental di antara semua bentuk, obyek, dan media visual. Hanya dengan mengandaikan kesetaraan fundamental dalam estetika dapatlah setiap penilaian, setiap penyingkiran atau perangkulan, berpotensi untuk diakui sebagai hasil resapan heteronom ke dalam ranah otonom seni.

Kekuatan Parallel Events, masih mengikuti Groys, dapatlah dijejak pada narasi perjumpaan seni di luar museum,  pembebasan dari kebaruan yang dipahami sebagai pembebasan dari sejarah seni, namun  justru terserak dalam narasi-narasi rakyat, yang hidup dalam tradisi, keseharian dan hadir di luar lingkaran tertutup dunia seni yang mapan, di luar dinding museum. Di sinilah kita menemukan keagungan teks-teks “Aksara Serang dan Bilang-Bilang”, Dunia keseharian “Arab Pasar Kliwon”, “Kisah Naik Haji”, “Kegamangan buruh perempuan migran”, sampai pertunjukan “Jathilan”.

Kisah-kisah yang terentang dari Makasar sampai Gunungkidul tersebut telah merepresentasikan perjumpaan-perjumpaan dengan budaya Arab. Di setiap perjumpaan-perjumpaan itu, samar maupun eksplisit, kita bisa menemukan “proses negosiasi” dan “konflik kuasa” yang demikian dinamis, serta menampilkan mobilitas kultural yang tak berujung. Inilah, kiranya, sumber penciptaan seni yang tiada henti.

Persoalannya, bagaimanakah realitas sebagai sumber penciptaan tersebut mampu diolah, dibongkar, disusun kembali menjadi sebuah karya seni yang menarik? Atau, jika diterjemahkan lewat aspek-aspek penilaian yang meliputi teknis (kebaruan dan kreativitas), substantif (kebaruan, kreativitas dan kesesuaian tema), managerial (bersangkut dengan keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya), serta dimensi spasial (yang bersangkut dengan publik), manakah karya yang menampilkan karya seni menarik? Tidak mudah menilainya.

Meski demikian, toh, dewan yuri, mesti memutuskan “Pemenang Terbaik Perancangan Peristiwa Seni Rupa.” Melalui perdebatan yang alot, akhirnya kami memilih dua pemenang terbaik, yang kiranya mampu memenuhi dimensi-dimensi penilaian di atas, yaitu “Colliq Pujie” dan “Pereks”. Selanjutnya, karya-karya kelompok “Knyt Somnia”, “Kaneman Forum,” “ Habitus dan Ainun,” “Deka-Exi(s),” “Kelompok Belajar 345”, “Kandang Jaran” dan “Makcik Project” sebagai kelompok yang layak untuk hadir dalam Post event katalog Biennale Jogja XII Equator #2.

Akhirnya, terima kasih atas semua partisipasinya. Selamat melanjutkan kerja-kerja kreatif.

 

Salam Seni.

Dewan Juri:

  1. Bambang Kusumo
  2. FX. Woto Wibowo (Wok The Rock)
  3. Hanindawan
  4. Heru Prasetiya
  5. Mella Jaarsma

Program Parallel Events BJXII: Kandang Jaran

Kandang Jaran Poster

HAJI BACKPACKER

Pameran Foto dan Artefak, Diskusi dan Dramatic Reading
17 – 20 Desember 2013, jam 15.00 – 21.00
Klinik Kopi Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma

Pembukaan: 16 Desember 2013, jam 19.00 – 22.00

Diinisiasi oleh KANDANG JARAN

Kandang Jaran merupakan kelompok yang beranggotakan mahasiswa, seniman, dan peneliti.

Dalam program Parallel Events BJXII, Kandang Jaran akan mengangkat proyek haji ilegal dan beberapa keunikannya. Tidak hanya ibadah haji ilegal yang menjadi nilai ganjil dari penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri, tetapi banyak peristiwa unik mengiringi pelaksanaan ibadah haji. Berangkat dari sanalah, Kandang Jaran ingin mengulik keganjilan-keganjilan yang kerap dijumpai pada ibadah haji lebih dalam.

 

Download Kompilasi komik

Program Parallel Events BJXII: Colliq Puji’e Art Movement

Colliq Pujie POSTER largeTITIK BALIK
Lokakarya Interaktif, Pameran Seni Lukis, Proyek Instalasi, Mural, Pameran Naskah Kuno, dan Pertunjukan Seni
28 November – 5 Desember 2013, jam 9.00 – 20.00
Pendhopo Art Space, Jalan Lingkar Selatan, Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta
Pembukaan: 28 November 2013, jam 19.00

Diinisiasi oleh COLLIQ PUJI’E

 

Pada Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 terdapat beberapa macam kelompok dari beragam latar belakang yang ikut serta di dalamnya. Salah satu kelompok yang ikut serta adalah Colliq Puji’e. Colliq Puji’e merupakan kelompok diskusi seni dan budaya independen yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Colliq Puji’e dalam program Parallel Events ini berkolaborasi dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan, mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-bilang: aksara variasi Arab di Sulawesi Selatan.

Colliq Puji’e dengan judul Titik Balik mengisi program Parallel Event dengan lokakarya interaktif, pameran seni lukis, proyek instalasi, mural, pameran naskah kuno dan pertunjukan seni. Pagelaran seni rupa Titik Balik ini dimaksudkan untuk menunjukkan salah satu bentuk perjumpaan antara Arab dengan masyarakat Sulawesi Selatan, yang melahirkan pengetahuan dan kebudayaan hibrida. Colliq Puji’e berusaha menginterpretasikan fenomena Islam di Sulawesi selatan ke dalam bentuk lain yaitu seni. Proyek Titik Balik ini dimulai dari tanggal 28 November – 5 Desember 2013.

 

Colliq Puji’E Art Movement
(berkolaborasi dengan Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan)

TITIK BALIK

Menghadirkan :
1. Performing art Barazanji
2. Pameran seni rupa dan 61 arsip kuno salah satunya potongan naskah I La Galigo (salah satu naskah terpanjang di dunia)
3. Diskusi dan pemutaran video dokumenter

Dimeriahkan dengan performance dari Sulawesi Selatan:
Pertunjukan Tari
Tari Toraja
Pertunjukan Akustik

 

no images were found

Program Parallel Events BJXII: Kelompok Belajar 345

Renbo Quran

RENBO QUR’AN

Pertunjukan Jathilan
1 Desember 2013, jam 10.00
Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta

Pameran Seni Rupa
6 – 11 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Misty, Jalan Kaliurang Km. 5,8, Kompleks Pogung Baru, Yogyakarta
Pembukaan: 6 Desember 2013, jam 19.00

Pemutaran Film Dokumenter
8 Desember 2013, jam 19.00
Misty

Diinisiasi oleh Kelompok Belajar 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Belajar 345 akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer serta antara agama dan budaya lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk pertunjukan seni, film dokumenter, dan pameran seni rupa.

Guyonan Cerdas yang Me-Mabrur-kan: Pembukaan Bersama Parallel Events Biennale Jogja XII

Minggu sore, 24 November 2013, peserta Parallel Events Biennale Jogja XII (tiga belas kelompok), para tamu undangan mengikuti prosesi ziarah yang diinisiasi oleh Biennale Jogja XII.  Mereka memenuhi dua bus yang telah disediakan panitia bertuliskan “Semoga Menjadi Peziarah Mabrur” dengan menggunakan huruf ‘Arab Pegon’ (huruf Arab yang berkembang di Nusantara, sama sekali berlainan dengan huruf-huruf yang berkembang di negara-negara Arab, dahulu banyak digunakan untuk menuliskan kitab-kitab lama). Rombongan peziarah dilepas oleh Yustina Neni, ketua Yayasan Biennale Yogyakarta dari Taman Budaya Yogyakarta menuju Gumuk Pasir, Pantai Parangkusumo, pukul 15.00.

Mendadak Penyandraan Laskar Biennale
Sebagaimana ziarah pada umumnya, para peserta Parallel Events Biennale Jogja XII dan tamu undangan berusaha menikmati perjalanan. Mereka mulai membetulkan sandaran kursi, menempatkan punggung di tempat semestinya, kemudian bersiap untuk mendengarkan musik sambil terkantuk-kantuk. Sesekali menoleh jendela, melihat kebahagian kecil di luar sana. Namun, di tengah-tengah perjalanan, sekitar Kampus ISI Yogyakarta (KM 7), gerombolan bersenjata lengkap, berpakaian ala militer, lengkap dengan sorban menutupi wajah mencegat bus. Mereka segera naik bus dan menyadera para penumpangnya, “Ibu dan bapak tidak perlu takut! Anda semua hanya harus mematuhi perintah saya! Paham?!” teriak mereka. Tak ada yang menjawab mula-mula. “Paham?!” ulang mereka. Tetap tak ada yang menjawab. Para penumpang kaget, tertegun, tak tahu apa yang terjadi. Apalagi dua seniman Arab di tempat duduk deretan ketiga. Mukanya pucat, cemas kaget sekaligus pasrah. “Sekali lagi, paham?!” bentaknya. Dan para penumpang menjawab bersama-sama “Paham….”

“Sejak detik ini, bus ini kami kuasai. Kami dari Laskar Biennale mendengar berita dari intelijen bahwa Biennale Jogja hendak mengarabisasi Indonesia, membuat Indonesia sub-ordinat dari bangsa lain? Betul? Jawab?!” teriak salah seorang yang bertindak sebagai pemimpin. Mendengar ucapan ini, para penumpang segera tersadar bahwa penyandraan ini hanyalah akal-akalan panitia Biennale Jogja XII, peristiwa yang sengaja dibuat untuk memberi pengalaman perjalanan para peziarah. Dua seniman Arab segera meredakan kekhawatirannya, sebagian peserta lain segera mengeluarkan kamera untuk merekam peristiwa, sementara sisanya asyik masuk dalam peristiwa teaterikal sambil cekikikan.

Para penyandera semakin menjadi ketika para penumpang ikut dalam permainan. Mereka membentak-bentak sambil mengacungkan senjata, mencari penanggungjawab Biennale Jogja XII. Tentu saja Yustina Neni (Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta) dan Farah Wardani (Direktur Artistik Biennale Jogja XII) segera menjadi pelengkap penderita. Mereka ditanyai alasan memilih tema pameran, negara kawan dalam Biennale Jogja XII, dan pertanyaan-pertanyaan seputar negara-negara Arab. Mendengar jawaban yang tidak diharapkan, para penyandera segera beralih menginterograsi penumpang lainnya: para peserta Parallel Events Biennale Jogja XII dan tamu.

Peristiwa teaterikal penyanderaan di dalam bus bertambah meriah karena para korban (penumpang yang diinterograsi) mempermainkan para penyandera: kadang menjawab serius, kadang menjawab sekenanya, beberapa kesempatan menawarkan minuman.  Sungguh pengalaman yang menghibur.

Ngamen Marawis: Peserta Parallel Events Biennale Jogja XII Mandiri
Belum selesai dikocok perut oleh para penyandera yang aduhai lihainya, para penumpang diganggu oleh pengamen Marawis berlogat Betawi. Pengamen mengucap salam, menyapa penumpang dengan sebutan ‘Enyak-Babe’, berpantun, mirip lenong. Katanya, mereka ngamen karena berencana membangun Baitul Biennale, Rumah Bienalle. Membangun Rumah Bienalle membutuhkan biaya tidak sedikit maka dibutuhkan uluran tangan para penumpang. Peristiwa ngamen ala lenong ini tak kalah menghibur dengan adegan penyanderaan.

Para penumpang bus yang telah mengetahui akal-akalan panitia Biennale Jogja XII segera terlibat, bahkan mengerjai tiga pengamen Marawis yang mukanya masih sangat culun itu. Berkali-kali skenario ngamen Marawis terhenti gara-gara para penumpang menimpali, mengerjai, dan pura-pura bego (tentu mengerjai juga), sehingga para pengamen mati kutu, “Mengapa eh mengapa berkesenian itu haram? Karena eh karena, penumpang gak kasih sumbangan…. Lalalala,” penggalan syair itu dibuat untuk membalas para penumpang (sebagian terbesarnya adalah seniman) yang mengerjai dan tidak memberi uang, bahkan sekadar recehan.

Dalam peristiwa ini, panitia Biennale Jogja XII mengirim pesan bahwa senyatanya para peserta Parallel Events Biennale Jogja XII adalah kelompok-kelompok inisiator yang mendiri. Menginisiasi peristiwanya sendiri, menelisik ide awal, membiayai peristiwanya, serta menggerakkan para penikmat seni dan masyarakat untuk terlibat dalam proyeknya. Kita patut memberi apresiasi tinggi padanya. Karena hasrat dan upaya semacam inilah maka di Yogyakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya menjadi sebuah masyarakat yang mandiri, kreatif, dan segar.

Gumuk Pasir: Kekokohan, Keterbukaan, dan Daya Kreatif
Sesampai di Parangkusumo,  para penumpang turun dari bus, melanjutkan perjalanan ke Gumuk Paris, di kawasan para calon jemaah haji berlatih (manasik  haji). Para peserta Parallel Events Biennale Jogja XII memberi keterangan proyek seninya dengan latar belakang replika Ka’bah, salah satu simbol dunia Arab yang dikenal masyarakat Indonesia.  Satu persatu peserta Parallel Events Biennale Jogja XII berbicara tentang latar belakang idenya, tempat pelaksanaan, tanggal penyelenggaraan, dan terutama keberpihakannya pada situasi-situasi kontemporer yang terjadi di Indonesia–kawasan Arab–Katulistiwa. Aksi ini meneguhkan jalur yang diambil oleh Biennale Jogja selama ini, bahwa dalam mencerap kebudayaan dari luar, kita musti kokoh, terbuka, dan memiliki daya kreatif.

Dengan wicara tiga belas perwakilan peserta, Parallel Events Biennale Jogja XII dibuka di Gumuk Pasir, Pantai Parangkusumo pada sekitar pukul 15.00. Para peziarah (penumpang bus) diharapkan sudah mabrur, mendapatkan kebaikan seperti yang diharapkan.

Parallel Events adalah salah satu program pengiring Biennale Jogja XII Equator #2 (Biennale Equator #2), yang berupa ajang kompetisi penciptaan peristiwa seni rupa. Parallel Events Biennale Equator #2 ini diikuti tiga belas kelompok yang akan menyelenggarakan pameran di lebih dari tiga belas lokasi yang berbeda.

Prosesi ziarah ini sekaligus menjadi undangan kepada masyarakat untuk turut menziarahi situs atau lokasi para peserta Parallel Events Biennale Jogja XII melakukan kegiatannya.

Peserta Parallel Events Biennale Jogja XII  adalah  HIDE PROJECT INDONESIA, COLLIQ PUJI’E, DEKA-EXI(S), HABITUS AINUN, O2, KNYT SOMNIA, KANDANG JARAN, INSIGNIA INDONESIA, Kelompok Belajar 345, MAKCIK PROJECT, Kelompok PEREKs, Kaneman, Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja (ARKOM). Ketiga belas kelompok tersebut akan berkegiatan dan berpameran di sejumlah lokasi yang mereka tentukan sendiri. Kalender kegiatan Parallel Events Biennale Jogja XII ini bisa dilihat di Taman Budaya Yogyakarta atau di situs resmi Biennale Jogja (http://www.biennalejogja.org/2013/).

Program Parallel Events BJXII: Perek Project

INNER RESISTANCE

Pembukaan Pameran Personal Perek
23 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop, Jl. Tirtodipuran no. 22, Yogyakarta

Pembukaan Pameran Inner Resistance
24 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #1
27 November 2013, jam 19.00 – 21.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #2
30 November 2013, jam 19.00–21.00
Kersan Art Studio

Wicara Seniman
7 Desember 2013, jam 16.00 – 20.00
Kersan Art Studio

Penutupan Pameran
7 Desember 2013, jam 20.20 – 23.30
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop

Diinisiasi oleh Kelompok PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok PEREKs mengangkat permasalahan para TKW, dengan melakukan dokumentasi dan penelitian tentang para tenaga kerja wanita Indonesia yang selama ini terpinggirkan dan dianggap rendah. Hasilnya akan dipresentasikan dalam sebuah pameran seni rupa.

INNER RESISTANT POSTER

Program Parallel Events BJXII: KNYT SOMNIA

KNYT SOMNIA poster

GENESIS OF TERROR

Pameran, Instalasi Seni, Video, Pertunjukan Musik, Photobox
19 – 25 November 2013
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Pembukaan: 19 November 2013, jam 19.00

Lokakarya dengan TK Komimo
18 November 2013, jam 8.00
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Diinisiasi oleh KNYT SOMNIA (Merajut Mimpi)

KNYT SOMNIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman, musisi, dan beberapa individu yang memiliki ketertarikan pada sejarah, budaya, seni, dan spiritual. Melalui proyek “Genesis of Terror” di program Parallel Events BJXII kali ini, KNYT SOMNIA mengangkat persoalan pengalaman sejarah. Dalam proyek ini, KNYT SOMNIA mengambil penggalan peristiwa sejarah Indonesia dengan Mesir, khususnya peran pimpinan kedua negara tersebut dalam menggagas tatanan dunia baru dan menjadi pionir dalam menjaga keseimbangan dunia melalui Gerakan Non-Blok. Dideklarasikannya Gerakan Non-Blok adalah awal terjadinya teror bagi kedua negara tersebut, serta negara pendiri lainnya.

 

Program Parallel Events BJXII: DEKA EXI(S)

DEKA EXIS poster

ARABIAN PASAR KLIWON

Pameran Dokumentasi, Performance, Lokakarya: Tari, Kaligrafi, Musik, Seni Instalasi, Pameran Video Seni
17 – 30 November 2013, jam 9.00–17.00
Panggung Krapyak, Jl. D.I. Panjaitan, Yogyakarta

Pembukaan: 17 November 2013, jam 20.00

Diinisiasi oleh DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok beranggotakan perorangan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi seni, yang dipertemukan kembali dalam sebuah forum ketika bersama-sama menempuh program pascasarjana pendidikan seni di Yogyakarta. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam penelitian dan kegiatan yang menggunakan medium seni rupa sebagai bahasa sekaligus medianya.

Berdasarkan penelitian atas warga keturunan Arab yang tinggal di sebuah perkampungan keturunan Arab terbesar di Solo, dalam program Parallel Events BJXII kali ini, DEKA-EXI(S) mengangkat tema “Arabian Pasar Kliwon”. Dalam proyek ini, DEKA-EXI(S) memusatkan perhatian pada kebudayaan warga keturunan Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, kemudian menampilkannya kembali melalui pameran dokumentasi, pertunjukan, dan pameran seni rupa.

 

Program Parallel Events BJXII: Makcik Project Episode #2

Makcik Project Episode #2
Pameran seni rupa, pemutaran film, seni rupa pertunjukan, pesta, seni rupa pertunjukan, dan diskusi

Pembukaan pameran, pemutaran film, seni rupa pertunjukan, pesta:
Selasa, 12 November 2013, 19:00 WIB – selesai
Oxen Free, Jl. Sosrowijayan No. 2, Yogyakarta

Pameran, pemutaran film, diskusi:
Rabu, 13 November – Selasa, 26 November, 2013,
buka setiap hari kecuali Selasa (10.00 – 22.00 WIB)
Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No. 3, Yogyakarta

Pameran
Kurator: Grace Samboh
Seniman: Ferial Afiff, Jimmy Ong, Lashita Situmorang, X-CODE Films, Broken Mirror Project (Bob ‘Sick’ Yudhita Agung, S. Teddy D., Tohjaya Tono, Ugo Untoro, Yustony Volunteero)

Pembukaan pameran
Penampil: Tamara Pertamina, Sean Paracetamol, Alona Angel Chanaya, Ari Rudenko
Film: Paris is Burning (dengan subtitle bahasa waria) & Air Terjun Buanci (karya Wacan Managament)

Makcik Project Episode #2 adalah pameran hasil akhir proyek seni #makcikproject yang sudah berlangsung semenjak awal 2012. Proyek ini dimulai atas pertanyaan-pertanyaan terhadap perihal kolaborasi, partisipatori, seni komunitas, dan kerja-kerja seni yang berhubungan dengan kehidupan sosial. Walaupun bekerja dengan sejumlah individu maupun kelompok waria (pria yang merasa/berpenampilan/berperilaku perempuan), proyek seni ini tidak berkutat pada isu gender. Proyek seni ini berusaha mencari relevansi praktik kesenian bagi masyarakat non-seni dalam kehidupan sehari-hari.
Makcik Project Episode #2 terselenggara atas kerjasama dengan Hyphen, Kedai Kebun Forum, Art Merdeka, Museum dan Tanah Liat, Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO), Komunitas Waria Bank Indonesia (WIBI), Komunitas Sidomulyo, Komunitas Sorogenen, Sukma Bharata, Tamara Pertamina, Olivia Sonya Aresta, Rully Malay, Shinta Ratri, Maryani, Erika Borgez, Sheila, dan sejumlah teman-teman lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu namanya.

Informasi lebih lanjut, sila hubungi:
Amarawati Ayuningtyas (Nn. Mara)
+62(896)71801546
hellodurian@gmail.com
www.makcikproject.tumblr.com

Rangkaian Acara Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2

Parallel Events adalah salah satu program pengiring Biennale Jogja XII Equator #2 (Biennale Equator #2), yang berupa ajang kompetisi penciptaan peristiwa seni rupa. Parallel Events Biennale Equator #2 bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang ekuator melalui kerja sama dengan beragam komunitas yang terspesialiasi dalam lingkup pengetahuan tertentu, serta memaksimalkan jejaring kerja dengan cara menjalin potensi kesalingterhubungan antar-beragam elemen pemikir dan praktisi keilmuan tertentu. Dengan begitu, sumber keilmuan yang dimiliki oleh tiap elemen ini bisa mengemuka dan mampu membuat pernyataan yang tegas. Penyelenggaraan Parallel Events juga diharapkan mampu merangsang tumbuhnya infrastruktur seni rupa Indonesia yang berkualitas tinggi, yakni: seniman, organisator, kurator, penulis, serta kritikus seni rupa yang handal dan kompeten.

Seperti pada PE BJXI tahun 2011 lalu, tim PE BJXII kembali mengundang kelompok dan komunitas untuk menggagas acara lintas keilmuan dalam merespon tema yang disodorkan oleh tim kurator BJXII. Bentuk acara yang diajukan para peserta PE pun beragam, mulai dari penelitian, pameran, diskusi, lokakarya, seminar, sampai pemutaran film.

Dari sejumlah proposal yang diterima, panitia memilih 13 kelompok untuk berpartisipasi dalam program PE BJXII. Ke-13 kelompok ini telah mengikuti serangkaian lokakarya bersama tim PE untuk mematangkan rencana kegiatan masing-masing. Mereka adalah: Colliq Pujie, DEKA-EXI(S), Habitus Ainun, O2, Hide Project Indonesia, KNYT SOMNIA, Kandang Jaran, Insignia Indonesia, Kelompok Belajar 345, PEREKs, Paguyuban Kali Jawi dan Arkom Jogja, Kaneman, serta Makcik Project.

Gelaran kegiatan para partisipan PE ini nantinya akan dinilai oleh juri yang telah ditunjuk oleh tim PE BJXII, yaitu: Wok The Rock (seniman), Heru Prasetia (penulis dan peneliti agama dan kebudayaan, aktif di Yayasan Desantara), Mella Jaarsma (seniman, pendiri Cemeti Art House), Bambang Kusumo (sosiolog, staf pengajar Universitas Atmajaya Yogyakarta), dan Hanindawan (dramaturg).

Seluruh kegiatan PE akan diselenggarakan dalam masa perhelatan BJXII, dari November hingga Desember 2013.

___________________________________________________________

 

Semoga Menjadi Peziarah Mabrur!
Pembukaan Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2
Minggu, 24 November 2013, jam 15.00 – 17.00
Gumuk Pasir, Parangkusumo, Kab. Bantul, Yogyakarta

Banyak orang menghabiskan hidupnya, mengumpulkan keping rezeki setiap hari, hanya untuk melakukan ziarah: praktik meneguhkan iman atau menyucikan diri. Tempat-tempat seperti Gereja Ganjuran, Masjid Kotagede, Kompleks Makam Imogiri, Sendang Sono, Gua Maria Tritis, Sendang Sriningsih, dan Dusun Mlangi selalu ramai dikunjungi para peziarah. Makam para wali turut pula menghidupkan ekonomi sekitar karena peziarah pasti membutuhkan buah tangan. Begitu pun, tempat-tempat ziarah di pulau lain di belahan bumi lain, selalu menjanjikan petualangan sekaligus misteri. Sejatinya, ziarah adalah perjalanan membaca dan menata diri. Meskipun para peziarah selalu terlihat pergi, menjauh dari tempat asalnya, sesungguhnya ia sedang kembali ke rumah, ke dalam dirinya. Begitulah para peziarah dianggap ‘mabrur’, mendapatkan kebaikan sebagai yang diharapkan.

Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 memilih tema “ziarah” pada acara pembukaan, sebagai praktik membaca dan menata diri melalui tiga tema yang ditawarkan panitia BJXII (“Mobilitas”, “Isu Seputar Katulistiwa”, dan “Arab-Indonesia”). Harapannya, ‘ziarah’ yang berlangsung dari 12 November hingga 15 Desember 2013 dan tersebar di sudut-sudut wilayah D.I. Yogyakarta dapat membawa kita kepada diri. Seperti Bima, salah satu tokoh dalam dunia pewayangan, yang mendapati bentuk serupa dirinya namun kecil (Dewaruci) setelah melakukan pencarian diri. Tiga belas peserta Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 menjanjikan peristiwa-peristiwa pencarian diri. Semoga menjadi peziarah mabrur!

 

Catatan:
Peziarah (partisipan) diwajibkan berpakaian sopan dan dominan warna putih. Panitia menyediakan dua bus dari tempat pemberangkatan, Taman Budaya Yogyakarta, jam 15.00. Tertarik? Silakan mendaftar di sekretariat BJXII (tempat duduk terbatas).

 

 

 

TITIK BALIK

Lokakarya Interaktif, Pameran Seni Lukis, Proyek Instalasi, Mural, Pameran Naskah Kuno, dan Pertunjukan Seni
28 November 2013 – 5 Desember 2013, jam 9.00 – 20.00
Pendhapa Art Space, Jalan Lingkar Selatan, Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta

Pembukaan: 28 November 2013, jam 19.00

Diinisiasi oleh COLLIQ PUJI’E

Colliq Puji’e merupakan kelompok diskusi seni dan budaya independen yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Dalam program Parallel Events kali ini, Colliq Puji’e mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-Bilang: aksara variasi Arab di Sulawesi Selatan.

Melalui proyek ini, Colliq Puji’e ingin menunjukkan salah satu bentuk perjumpaan antara Arab dengan masyarakat Sulawesi Selatan, yang melahirkan pengetahuan dan kebudayaan hibrida.

 

ARABIAN PASAR KLIWON

Pameran Dokumentasi, Performance, Lokakarya: Tari, Kaligrafi, Musik, Seni Instalasi, Pameran Video Seni
17 – 30 November 2013, jam 9.00–17.00
Panggung Krapyak, Jl. D.I. Panjaitan, Yogyakarta

Pembukaan: 17 November 2013, jam 20.00

Diinisiasi oleh DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok beranggotakan perorangan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi seni, yang dipertemukan kembali dalam sebuah forum ketika bersama-sama menempuh program pascasarjana pendidikan seni di Yogyakarta. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam penelitian dan kegiatan yang menggunakan medium seni rupa sebagai bahasa sekaligus medianya.

Berdasarkan penelitian atas warga keturunan Arab yang tinggal di sebuah perkampungan keturunan Arab terbesar di Solo, dalam program Parallel Events BJXII kali ini, DEKA-EXI(S) mengangkat tema “Arabian Pasar Kliwon”. Dalam proyek ini, DEKA-EXI(S) memusatkan perhatian pada kebudayaan warga keturunan Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, kemudian menampilkannya kembali melalui pameran dokumentasi, pertunjukan, dan pameran seni rupa.

 

AKU UNTA KAMU

Pameran Karya Lokakarya Partisipatoris
16 dan 23 November, 7 Desember 2013, jam 16.00 – 17.00
TPA NURUL BAROKAH, Masjid Nurul Barokah
Jl. Kaliurang KM 5, Gg. Siti Sonyo, Yogyakarta

Video Instalasi
15 Desember 2013, jam 8.00 – 12.00
Sunday Morning Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

20 Desember 2013, jam 14.00
Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta

Stand Up Comedy
berbahasa Arab, bekerja sama dengan Pesantren Mualimin
20 Desember 2013, jam 14.00
Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta

Diinisiasi oleh HABITUS AINUN

Habitus Ainun adalah kelompok kajian budaya dan media yang berfokus pada kajian praktik budaya sehari-hari dengan presentasi berbasis seni rupa kontemporer. Dalam program Parallel Events BJXII kali ini, Habitus Ainun membuat proyek berjudul “Aku Unta Kamu: Bermain-main dengan Esensialisme Arab”. Melalui bermain-main dengan esensialisme Arab bagi masyarakat Indonesia, Habitus Ainun ingin membuat konstruksi baru tentang bagaimana kita sebagai Indonesia memandang Arab, sehingga ketika membicarakan Arab yang terbayang tak hanya Islam dan unta.

 

POTRETKELUARGA MUSLIM DI GUNUNG KIDUL

Lokakarya Fotografi
20 – 24 November 2013, jam 10.00
Balai Desa Salam, Gunung Kidul

Pameran Fotografi
Pembukaan: 25 November 2013, jam 10.00
Balai Desa Salam, Gunung Kidul

Diinisiasi oleh O2

O2 adalah kelompok multidispliner terdiri dari fotografer, pelukis, ekonom UGM, dan arsitek yang tertarik dengan isu-isu spesifik dalam budaya masyarakat dan berupaya menggali keunikan budaya lokal untuk diolah dalam medium seni rupa. Dalam program Parallel Events BJXII kali ini, O2 membuat proyek berjudul “Potret Masyarakat Muslim di Gunung Kidul”. Melalui proyek ini, O2 ingin menampilkan kehidupan masyarakat muslim di salah satu desa di kabupaten Gunung Kidul. Proyek ini dilakukan bersama dengan warga setempat. Warga akan mengikuti lokakarya fotografi, kemudian hasilnya akan dipamerkan di balai desa.

 

NO COUNTRY FOR MONEY

Peluncuran Aplikasi Game Jackpot
16 November 2013, jam 19.00
Anjungan program Parallel Events, Terminal BJXII, Taman Budaya Yogyakarta

Diinisiasi oleh HIDE PROJECT INDONESIA

Hide Project Indonesia adalah wadah bagi para pegiat seni, yang biasanya bekerja secara individual, untuk membuat karya bersama-sama. Dalam karya ini, Hide Project Indonesia ingin menyajikan sisi lain dari peristiwa yang sama, melihatnya dari sudut pandang yang tidak banyak termuat dalam media massa, melihat apa yang selama ini terlihat sebagai peristiwa politik menjadi peristiwa ekonomi, dan menanggalkan beban-beban sentimen yang sering kali menghalangi pembacaan yang bening. Bentuk kegiatan berupa pembuatan game jackpot yang akan diunggah ke internet.

 

GENESIS OF TERROR

Pameran, Instalasi Seni, Video, Pertunjukan Musik, Photobox
19 – 25 November 2013
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Pembukaan: 19 November 2013, jam 19.00

Lokakarya dengan TK Komimo
18 November 2013, jam 8.00
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Diinisiasi oleh KNYT SOMNIA (Merajut Mimpi)

KNYT SOMNIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman, musisi, dan beberapa individu yang memiliki ketertarikan pada sejarah, budaya, seni, dan spiritual. Melalui proyek “Genesis of Terror” di program Parallel Events BJXII kali ini, KNYT SOMNIA mengangkat persoalan pengalaman sejarah. Dalam proyek ini, KNYT SOMNIA mengambil penggalan peristiwa sejarah Indonesia dengan Mesir, khususnya peran pimpinan kedua negara tersebut dalam menggagas tatanan dunia baru dan menjadi pionir dalam menjaga keseimbangan dunia melalui Gerakan Non-Blok. Dideklarasikannya Gerakan Non-Blok adalah awal terjadinya teror bagi kedua negara tersebut, serta negara pendiri lainnya.

 

HAJI BACKPACKER

Pameran Foto dan Artefak, Diskusi dan Dramatic Reading
16 – 20 Desember 2013, jam 13.00 – 22.00
Klinik Kopi Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma

Pembukaan: 16 Desember 2013, jam 19.00 – 22.00

Diinisiasi oleh KANDANG JARAN

Kandang Jaran merupakan kelompok yang beranggotakan mahasiswa, seniman, dan peneliti.

Dalam program Parallel Events BJXII, Kandang Jaran akan mengangkat proyek haji ilegal dan beberapa keunikannya. Tidak hanya ibadah haji ilegal yang menjadi nilai ganjil dari penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri, tetapi banyak peristiwa unik mengiringi pelaksanaan ibadah haji. Berangkat dari sanalah, Kandang Jaran ingin mengulik keganjilan-keganjilan yang kerap dijumpai pada ibadah haji lebih dalam.

 

DemocrARTcy

Pameran Seni Kinetik
9 – 15 Desember 2013
Desa Krebet, Bantul

Pembukaan: 9 Desember 2013, jam 19.00

Diinisiasi oleh INSIGNIA INDONESIA

Insignia Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya berasal dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Insignia Indonesia membuat proyek kolaborasi penciptaan seni instalasi kinetik antara seniman, ilmuwan berbagai bidang, dan warga masyarakat. Proyek tersebut dilakukan dengan mengkaji nilai-nilai estetis kehidupan sebagai ide penciptaan karya seni yang inovatif dan cerdas. Dalam proyek ini, Insignia Indonesia melakukan kerja-kerja inkubasi ide antara seniman, masyarakat, dan ilmuwan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya seni instalasi kinetik di ruang terbuka.

 

RENBO QUR’AN

Pertunjukan Jathilan
1 Desember 2013, jam 10.00
Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta

Pameran Seni Rupa
6 – 11 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Misty, Jalan Kaliurang Km. 5,8, Kompleks Pogung Baru, Yogyakarta
Pembukaan: 6 Desember 2013, jam 19.00

Pemutaran Film Dokumenter
8 Desember 2013, jam 19.00
Misty

Diinisiasi oleh Kelompok Belajar 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Belajar 345 akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer serta antara agama dan budaya lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk pertunjukan seni, film dokumenter, dan pameran seni rupa.

 

MAKCIK PROJECT

Pembukaan dan Pemutaran Film
12 November 2013, jam 20.00
Oxen Free, Jl. Sosrowijayan no. 2, Yogyakarta

Pameran
13 – 26 November 2013, jam 11.00 – 21.00
Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta (Selasa tutup)

Diinisiasi oleh MAKCIK PROJECT

Makcik Project diinisiasi oleh tiga orang seniman yang bekerja dengan para makcik (waria). Dalam kerangka kerja Parallel Events Biennale Jogja XII, proyek ini memasuki episode keduanya, yang digerakkan oleh seorang kurator dan melibatkan dua kolektif seni. Makcik Project berusaha mengidentifikasi nilai-nilai keberlangsungan hidup para makcik dan pekerja seni dalam tatanan masyarakatnya. Hal-hal yang dibagi, dipelajari, dan digarap oleh seluruh kolaborator proyek ini mengacu pada usaha keberlangsungan hidup egaliter; tanpa mengkhususkan, mengistimewakan, atau mengagenkan kolaborator. Proyek ini sekaligus berusaha menjadi kritis terhadap soal-soal seni kolaborasi, seni partisipasi, dan seni komunitas. Sejumlah kegiatannya mencakup: pameran, pemutaran film, peristiwa/performance, lokakarya, dan diskusi.

 

INNER RESISTANCE

Pembukaan Pameran Personal Perek
23 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop, Jl. Tirtodipuran no. 22, Yogyakarta

Pembukaan Pameran Inner Resistance
24 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #1
27 November 2013, jam 19.00 – 21.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #2
30 November 2013, jam 19.00–21.00
Kersan Art Studio

Wicara Seniman
7 Desember 2013, jam 16.00 – 20.00
Kersan Art Studio

Penutupan Pameran
7 Desember 2013, jam 20.20 – 23.30
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop

Diinisiasi oleh Kelompok PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok PEREKs mengangkat permasalahan para TKW, dengan melakukan dokumentasi dan penelitian tentang para tenaga kerja wanita Indonesia yang selama ini terpinggirkan dan dianggap rendah. Hasilnya akan dipresentasikan dalam sebuah pameran seni rupa.

 

KAJIARAB
Sebuah Eksplorasi dan Eksperimentasi Artistik atas Wayang Golek Menak

Pameran Artefak Wayang Golek Menak
27 – 29 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Institut Français Indonesia – Lembaga Indonesia Perancis
Jl. Sagan no. 3 Yogyakarta
Pembukaan: 27 Desember 2013, jam 19.30

Pementasan Wayang Wong
29 Desember 2013, jam 19.30
Institut Français Indonesia – Lembaga Indonesia Perancis

Diinisiasi oleh Kelompok Kaneman

Kelompok Kaneman adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada gerakan sosial anak muda di Yogyakarta. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Kaneman akan mengolah materi dari Wayang Menak. Wayang Menak merupakan seni pertunjukan yang bersumber dari Serat Menak, sebuah karya adaptasi atas “Hikayat Amir Hamzah” yang mengisahkan petualangan Amir Ambyah (Amir Hamzah), paman Nabi Muhammad. Kelompok Kaneman akan melakukan penelitian di masyarakat Desa Tutup Ngisor, Magelang, yang sering mementaskan Wayang Menak tersebut. Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam bentuk mural dan pertunjukan wayang.

 

BALAI BAMBU

Pemutaran Film Dokumenter: Pembuatan Balai Bambu
8 Desember 2013, jam 20.00
Ledok Pakuncen RT 38, Yogyakarta

Diinisiasi oleh Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja (ARKOM)

Arkomjogja (lembaga arsitek komunitas dan arsitektur alternatif) adalah lembaga non-profit yang berdomisili di Yogyakarta, aktif memperbaiki kampung bersama kampung-kampung informal di Yogyakarta. Sedangkan Paguyuban Kali Jawi merupakan paguyuban pelaksana program menjaga dan meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan kampung. Dalam program Parallel Events BJXII, Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja akan menyajikan dokumentasi tentang inovasi arsitektur bambu di Paguyuban Kali Jawi.

Profil dan Ringkasan Proposal Peserta Parallel Events BJ XII

1. Colliq Pujie

Coliiq Pujie merupakan kelompok diskusi seni dan budaya  independen. Anggotanya terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus, baik yang berasal dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain. Kelompok Colliq Pujie di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-Bilang: Aksara Variasi Arab di Sulawesi Selatan (Lonrak Ara’).

Lontarak merupakan aksara resmi yang digunakan di lingkungan kerajaan maupun masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya. Disebut Lontarak karena ia ditulis di atas daun lontar kering yang berfungsi sebagai kertas di masa itu.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Workshop Interaktif

2. Pameran Seni Lukis, Project Instalasi, Mural, dan Pameran Dokumentasi

3. Pertunjukan seni

 

2. DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya berasal dari mahasiswa S-2 Pasca Sarjana ISI Yogyakarta dan beberapa rekan yang berasal di luar disiplin seni rupa. Kelompok DEKA-EXI(S) di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Arabian Pasar Kliwon. Kaum Arab Pasar Kliwon adalah sebuah komunitas atau warga keturunan Arab Indonesia yang terbesar di Surakarta. Deka –Exi(s) akan mengambil objek tentang kebudayaan warga Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, yang benama “Pasar Kliwon “.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Pameran dokumentasi

2. Performance

3. Workshop : tari, kaligrafi, musik

4. Instalasi Art

5. Video Art exhibition

 

3. HABITUS AINUN

Habitus Ainun adalah kelompok kajian Budaya dan Media yang memfokuskan pada kajian praktik budaya sehari hari dengan presentasi berbasis seni rupa kontemporer. Kelompok Habitus Ainun di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aku Unta Kamu : Bermain – main dengan Esensialisme Arab. Asumsi bermain – main dengan esensialisme Arab bagi masyarakat Indonesia, Habitus Ainun ingin membuat konstruksi baru tentang bagaimana kita sebagai Indonesia memandang Arab, sehingga ketika membicarakan Arab yang terbayang tidak hanya Islam dan unta.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Penelitian

2. Workshop

3. Pameran

 

4. O2

O2 adalah kelompok multidispliner  yang terdiri dari fotografer, pelukis, ekonom UGM dan Arsitek  yang tertarik dengan isu-isu budaya masyarakat yang spesifik, menggali keunikan budaya lokal untuk diolah dalam medium seni rupa. Kelompok O2 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Potret Masyarakat Muslim di Gunung Kidul. O2 terpanggil untuk menampilkan kehidupan kelompok Muslim di Gunung Kidul, kehidupan muslim di salah satu daerah di Indonesia perlu dipahami sebagaimana adanya. Pada foto potret kehidupan religius warga desa ini, kesan yang ingin dimunculkan adalah kesan kesederhanaan, kedamaian, dan penuh rasa persahabatan. Visualisasi potret masyarakat Islam di Gunung Kidul ini sebuah langkah awal, Upaya mengingatkan bahwa pengaruh budaya lokal bagi sebuah identitas untuk melihat ke dalam.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

a.Riset dan Penelitian

b.Workshop

c.Pembuatan buku dokumentasi warga

d.Presentasi hasil penelitian

e.Pameran

 

5. Hide Project Indonesia

Hide Project Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Hide Project Indonesia di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan modal kapital yang sudah bergerak melintasi batas-batas geografi negara, dengan nama proyek Ghost of Civilization. Negara-negara seperti Indonesia dan Arab dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Dalam hal ini minyak atau tambang, menjadi ajang pertemuan, perputaran dan persaingan modal. Hide Project Indonesia ingin menciptakan suasana membaca informasi dalam situasi yang tidak lazim, dengan pembesaran-pembesaran sensasi. Semacam metode cuci otak secara singkat untuk menyampaikan ide kami, bahwa uanglah yang sering kali menjadi penggerak utama dalam pergerakan-pergerakan politik atau sosial dll.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek adalah Pameran Instalasi. 

 

6. KNYT SNOMIA

KYNT SNOMIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman dan pemerhati sejarah. Kelompok KYNT SNOMIA di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan pengalaman sejarah dengan nama proyek Genesis of Terror. Di dalam proyek ini KYNT SNOMIA hendak meneruskan cita-cita dan harapan para Bapa Bangsa, secara khusus adalah hubungan Indonesia dengan Negara Khatulistiwa yang telah menjadi pioneer dalam menjaga keseimbangan dunia melalui komitmen Gerakan Non Blok dan menegaskan kembali bahwa setelah Gerakan Non Blok digulingkan adalah awal mula dari semua teror yang terjadi pada semua negara di wilayah seputaran khatulistiwa.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Video and Sound Art Installation
  2. Pameran
  3. Photobox

 

7. Daun Singkong

Daun Singkong adalah kelompok yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu. Kelompok Daun Singkong di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan melakukan proyek penanaman-penanaman ide untuk para WNI yang akan hijrah ke Arab dan sekitarnya. Dengan nama proyek Arab – Arab Cemas. Sasaran utama proyek ini adalah para calon Haji, TKI, dan para WNI yang akan pergi ke Arab dan sekitarnya. Maksud dari projek ini agar para WNI yang akan berangkat ke Arab dan sekitarnya dapat paham tentang kondisi lingkungan serta kebudayaan Arab.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Workshop

 

8. PANG LIMA

Pang Lima  merupakan kelompok yang anggotanya berasal dari komunitas seni. Kelompok Pang Lima di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Perjumpaan Teks Nusantara dan Timur Tengah. Teks Nusantara dan Timur Tengah menjadi tema utama kelompok Pang Lima karena teks (huruf, kata, kaligrafi) dipandang sebagai sesuatu yang selalu muncul, beriringan, dan dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teks (huruf, kata, kaligrafi) dianggap sebagai simbol dari perkembangan intelektual, dimana setiap masa ke masa selalu berkembang menjadi sebuh simbol-simbol baru.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Diskusi
  2. Workshop
  3. Pameran seni rupa

 

9. Kandang Jaran

Kandang Jaran  merupakan kelompok yang anggotanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Kelompok Kandang Jaran di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Haji Backpaker. Kelompok Kandang Jaran mengusung tema ini dimaksudkanakan menampilkan hasil penelitiannya dalam praktik-praktik haji yang dilakukan tidak secara lazim adanya.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Pameran Artefak Haji Backpacker (tulisan/catatan perjalanan, foto, dll dari narasumber)

2. Pameran Komik Dinding

3. Diskusi Haji Bacpacker menurut berbagai sudut pandang;

4. Lomba Karikatur

5. Pameran Kaligrafi

6. Lomba Ular-Ular Temanten

7. Dramatic Reading

8. Pasar Tiban: Islam adalah Pasar

9. Happening Art

10. Diskusi Budaya

 

10. INSIGNIA  INDONESIA

Insignia  Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Insignia  Indonesiadi dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek  melalui perluasan ide, proses, distribusi, dan konsumsi seni melalui kolaborasi penciptaan antara seniman, ilmuwan berbagai bidang dan warga masyarakat dengan mengkaji nilai-nilai estetis kehidupan sebagai ide penciptaan karya seni yang inovatif dan cerdas. Nama dari proyek ini adalah DemocrARTcy .

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Inkubator ide antara seniman, masyarakat, dan ilmuwan
  2. Kolaborasi penciptaan karya
  3. Pameran seni di ruang terbuka

 

11. KELOMPOK BELAJAR 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Belajar 345 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Nama dari Proyek ini adalah Renbo Qur’an.

Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer, serta agama dan budaya lokal yang diwujudkan dalam bentuk material adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang memiliki wujud secara nyata (riil). Budaya materi mencakup semua benda-benda fisik yang diciptakan oleh manusia dan memberinya makna.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran Pemutaran film
  2. Syukuran dan diskusi
  3. c.     Performing Art

 

12. Makcik Project

Makcik Project diinisiasi oleh tiga orang seniman dan bekerja dengan para makcik (waria). Dalam kerangka kerja Parallel Event Biennale Jogja XII, proyek ini memasuki episode keduanya yang digerakkan oleh seorang kurator dan melibatkan dua kolektif seni.

Makcik Project berusaha mengidentifikasi nilai-nilai keberlangsungan hidup makcik dan pekerja seni dalam tatanan masyarakatnya. Hal-hal yang dibagi, dipelajari, dan digarap oleh seluruh kolaborator proyek ini mengacu pada usaha keberlangsungan hidup egaliter (tidak mengkhususkan, mengistimewakan, atau mengagenkan kolaborator). Proyek ini sekaligus berusaha menjadi kritis terhadap soal-soal seni kolaborasi, seni partisipasi, dan seni komunitas.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Pemutaran film
  3. Happening/performans
  4. Lokakarya

 

12. PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Kelompok PEREKs di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini  akan mengangkat permasalahan masalah para TKW, dengan sebuah dokumentasi dan penelitian tentang para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang selama ini terstigma dan memiliki konotasi merendahkan para pekerja. Nama dari proyek ini adalah Inner Resistance.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Instalasi multimedia

 

13. Kaneman

Kaneman adalah lembaga nirlaba yang menfokuskan pada Gerakan Sosial Anak Muda di Yogyakarta. Kelompok Kaneman di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenai Wayang  Menak  yang merupakan seni pertunjukan yang bersumber dari buku “Serat Menak”. Wayang Orang Menak adalah salah satu dari hasil karya pertunjukan yang masih sering dimainkan oleh masyarakat dusun Tutup Ngisor

Dari sini Kelompok Kaneman akan melakukan penelitian  isi cerita dari “Serat Menak”. Nama dari proyek ini adalah KAJIARAB; Studi Atas Wayang Golek Menak.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Pertunjukan
  3. Presentasi  hasil penelitian kepada publik.

 

14. Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja

Arkomjogja (lembaga arsitek komunitas dan arsitektur alternative) adalah lembaga non-profit yang berdomisili di Yogyakarta yang aktif memperbaiki kampung bersama kampung-kampung informal di Yogyakarta. Paguyuban Kalijawi merupakan paguyuban  pelaksanakan program menjaga dan meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan kampung. Kelompok Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenaidokumentasi oleh komunitas, inovasi arsitektur bambu, dan teater sebagai media komunikasi publik dan pameran barang-barang seni dari kalangan Kali Jawi sendiri.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Seminar dan pameran tentang “Perbaikan Kampung Kota oleh Warga Bantaran Kali”

3. Workshop tentang pemetaan dan perencanaan partisipatif.

4. Workshop konstruksi bambu.

Pengumuman Hasil Seleksi Proposal Parallel Events Biennale Jogja XII

Setelah melalui proses seleksi, tim Parallel Events Biennale Jogja XII memutuskan untuk memilih 15 proposal kegiatan. Pemilihan dilakukan berdasarkan kriteria dan konsep untuk program Parallel Events Biennale Jogja XII. Acara yang diwujudkan dari proposal-proposal terpilih akan dipromosikan sebagai rangkaian acara Biennale Jogja XII, didokumentasikan dan dipublikasikan dalam katalog post-event Biennale Jogja XII. Berikut ini adalah nama-nama kelompok dengan proposal yang lolos seleksi;

1. ARKOM JOGJA
2. Colliq Pujie
3. Daun Singkong
4. Deka –Exi(S)
5. Habitus dan Ainun, Kelompok Kajian Budaya dan Media
6. Kandang Jaran
7. Kaneman Forum
8. Kelompok Belajar 345
9. Knyt Somnia
10. Komunitas Pang Lima
11. Makcik Project
12. O2
13. PEREK
14. DemocARTcy
15. HIDE PROJECT

Para partisipan dengan proposal terpilih akan dihubungi oleh panitia Biennale Jogja XII untuk informasi selanjutnya.

Ketentuan Pendaftaran Parallel Events

KETENTUAN PENDAFTARAN KEGIATAN
PARALLEL EVENTS BIENNALE JOGJA XII EQUATOR #2

A.     Waktu Pendaftaran Rencana Kegiatan adalah 8 – 31 Maret 2013

B.     Pendaftaran dengan melampirkan:

  1. Proposal singkat (maksimal 500 kata, ukuran font 11) berisi landasan pemikiran penyelenggaraan kegiatan
  2. Rencana bentuk/format kegiatan
  3. Rencana pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam penyelenggaraan kegiatan; informasi singkat mengenai pihak-pihak tersebut (misalnya: seniman, kelompok seniman, penulis, komunitas, universitas, elemen masyarakat tertentu, dan lain sebagainya); serta peran pihak-pihak tersebut dalam kegiatan yang akan diselenggarakan.
  4. Rencana lokasi penyelenggaraan kegiatan
  5. Rencana waktu penyelenggaraan kegiatan
  6. Rencana sifat keikutsertaan publik dalam kegiatan tersebut, misalnya: gratis, dipungut biaya (tiket masuk, biaya pendaftaran), dan lain sebagainya
  7. Susunan panitia inti
  8. Contact details kepanitiaan
  9. Pihak-pihak yang direncanakan akan menjadi pendukung pelaksanaan kegiatan (misalnya sponsor, mitra penyelenggara, atau bentuk dukungan lainnya)

Proposal rencana kegiatan harap dikirimkan via email ke parallelevents@biennalejogja.org
Paling lambat pada 31 Maret 2013

C.     Menghadiri Workshop Pembahasan Proposal pada 6 April 2013

D.     Pendaftaran Ulang/ Pengembalian Revisi Proposal  adalah tanggal 8 – 21 April 2013

  1. Meliputi revisi proposal dari poin – poin ketentuan pendaftaran tersebut diatas. (Poin B, Nomor 1-9)
  2. Proposal rencana kegiatan baru masih dapat didaftarkan.

Syarat dan kententuan pendaftaran sama dengan poin pendaftaran tersebut diatas. (Poin B, No. 1-9)

Proposal Pendaftaran ulang/ Proposal revisi dikirim via email ke parallelevents@biennalejogja.org
Paling lambat 21 April 2013

E.     Tema Parallel Events Biennale Jogja XII Equator#2

1. Tema Biennale Jogja XII Equator#2: Mobilitas, sebagai pembacaan praktik seni rupa kontemporer di era globalisasi yang telah memperluas proses produksi, distribusi dan konsumsi seni, baik sebagai obyek maupun gagasan
2. Isu-isu seputar Khatulistiwa
3. Isu-isu seputar hubungan Indonesia dan 3 Negara Arab (Mesir, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab)

F.     Dewan Juri Program Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2

Tim Juri Parallel Events akan terdiri dari orang-orang yang mewakili elemen-elemen berikut ini:

  1. Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY)
  2. Praktisi Seni
  3. Akademisi yang bidang keilmuannya terkait dengan tema Biennale Jogja XII Equator #2
  4. Akademisi yang bidang keilmuannya terkait dengan isu-isu seputar Khatulistiwa, serta isu-isu seputar hubungan Indonesia dan 3 Negara Arab (Mesir, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab).

G.   Unsur-unsur penilaian meliputi antara lain: 

  1. Kegiatan berbasis kerja kolektif
  2. Adanya partisipasi seniman senirupa dalam kegiatan, jika yang membuat dari kalangan nonsenirupa.
  3. Adanya partisipasi kalangan nonsenirupa, jika yang membuat dari kalangan senirupa.
  4. Adanya keterkaitan kegiatan dengan tema Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 (Poin E)
  5. Tingkat kesesuaian antara proposal kegiatan dengan pelaksanaannya
  6. Adanya praktik lintas disiplin ilmu dalam konsep, perancangan, dan pelaksanaan kegiatan.
  7. Aspek artistik

 

H.   Mekanisme penyeleksian proposal kegiatan Parallel Events: dari seluruh proposal yang masuk akan dipilih 20 proposal untuk mengikuti workshop dan menjadi peserta Parallel Events. Dari 20 peserta, akan dipilih 10 kegiatan terbaik yang akan ditampilkan di dalam katalog Parallel Events. Selanjutnya, akan dipilih 2 (dua) pemenang yang masing-masing berhak mendapatkan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp  15.000.000,00.

Pengumuman seleksi  20 terbaik  sebagai peserta Parallel Events akan dilakukan pada 1 Mei 2013.

 

 

Mengenai Parallel Events

Bird Prayers Workshop-Arief Sukardono

Workshop Bird Prayers, Arya Panjalu dan Sara Nuytemans bersama siswa-siswi sekolah dasar. Foto oleh Arief Sukardono.

Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2

Apa itu Parallel Events?
Parallel Events adalah salah satu program pengiring Biennale Jogja XII Equator #2 (Biennale Equator #2), yang berupa ajang kompetisi penciptaan peristiwa seni rupa. Parallel Events Biennale Equator #2 bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang Ekuator melalui kerjasama dengan beragam komunitas yang terspesialiasi dalam lingkup pengetahuan tertentu, serta memaksimalkan jejaring kerja dengan cara menjalin potensi kesalingterhubungan antar beragam elemen pemikir dan praktisi keilmuan tertentu. Dengan begitu, sumber keilmuan yang dimiliki oleh tiap elemen ini bisa mengemuka dan mampu membuat pernyataan yang tegas.

Penyelenggaraan Parallel Events juga diharapkan mampu merangsang tumbuhnya elemen infrastruktur seni rupa Indonesia yang berkualitas tinggi, yakni: seniman, organisator, kurator, penulis serta kritikus seni rupa yang handal dan kompeten. Hal ini diharapkan mampu menegaskan posisi Yogyakarta sebagai pusat aktivitas seni dan budaya di Asia Tenggara. Sekaligus menempatkan Biennale Jogja sebagai perhelatan seni rupa yang prestisius dan mampu berkompetisi dengan biennale-biennale besar lainnya di dunia.

Mengapa Parallel Events?
Sebagai sebuah event berskala internasional, Biennale Jogja diselenggarakan di sebuah wilayah istimewa: Yogyakarta. Dengan atmosfer akademis yang kental, Yogyakarta telah terkondisikan sebagai tempat persemaian beragam gagasan dan inisiatif mandiri tentang beragam persoalan yang tumbuh baik dari kelompok formal institusional maupun dari kelompok informal.

Ruang gerak kedua kelompok ini telah melampaui batas negara dengan jejaring kerja yang amat luas. Mereka mengerjakan bidang-bidang keilmuan spesifik dengan dimensi beragam, mulai dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemeliharaan kualitas lingkungan hidup, perlindungan cagar budaya, peningkatan kualitas hubungan antarmanusia berbasis pluralisme, pengkajian dan pertukaran budaya, pendokumentasian seni, dan masih banyak lagi lainnya.

Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) menyadari diri sebagai entitas kecil yang tidak bisa bekerja sendiri, sehingga melalui program Parallel Events Biennale Equator #2 mengajak pemikir dan praktisi keilmuan khusus, serta intelektual publik untuk turut aktif terlibat di dalamnya. Melalui penyelenggaraan Parallel Events, diharapkan gaung perbincangan antar-banyak-pihak perihal tema Biennale Equator #2 bisa membuka sekat- sekat dan mencairkannya kembali dalam dinamika keutuhan interaktif khas masyarakat madani Yogyakarta. Dengan demikian, melalui Parallel Events Biennale Equator #2, bidang seni rupa bisa bersinggungan dengan bidang keilmuan lain yang lebih luas dan beragam.

Apa saja jenis kegiatan Parallel Events?
Secara garis besar, jenis-jenis kegiatan Parallel Events Biennale Equator #2 yang bisa digali dan dikembangkan adalah bentuk penemuan, percampuran, ataupun perkawinan medium ungkap serta penyebaran ilmu pengetahuan lainnya yang diolah secara kreatif. Isu-isu yang diangkat dan dikembangkan terkait dengan tema Biennale Equator #2, yaitu ‘mobilitas’ sebagai pembacaan atas praktik seni rupa kontemporer di era globalisasi—yang telah memperluas proses produksi, distribusi dan konsumsi seni, baik sebagai produk maupun gagasan. Atau bisa juga mengangkat isu-isu seputar katulistiwa, serta hubungan Indonesia dengan negara Mesir, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab.

Bentuk kegiatannya bisa berupa:

  1. Pameran
  2. Workshop
  3. Seminar/diskusi
  4. Performance art (seni rupa)
  5. Performing arts (seni pertunjukan)
  6. Proyek komunitas
  7. Pemutaran film
  8. dll

Siapa saja yang bisa ikut dalam Parallel Events?
Seniman, kelompok seniman, lembaga formal dan nonformal, komunitas, dan/atau inisiasi perseorangan yang pada akhirnya menghasilkan output berbasis kerja kolektif/organisatoris.

Kegiatan-kegiatan yang masuk dalam Parallel Events Biennale Equator #2  diinisiasi dan diorganisasi oleh para seniman, galeri seni rupa, pegiat di ruang publik, ruang seni, lembaga studi sosial dan kebudayaan, universitas, serta komunitas-komunitas seni yang tersebar di seluruh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Siapa saja Calon Mitra Kolaborasi Praktisi Seni Rupa dalam Parallel Events?
Biennale Equator #2 mengundang pihak-pihak dari beragam disiplin untuk menjadi mitra dialog dan/atau mitra kolaborasi praktisi seni rupa untuk bersama- sama menginisiasi kegiatan yang akan menjadi bagian program Parallel Events Biennale Equator #2. Secara umum, mereka mewakili bidang dan minat diluar seni rupa (sejarawan, antropolog, filsuf, geolog, Arsitek, jurnalis, fotografer, filmmaker, Traveller, musisi, programmer IT, para santri, kiai, pemuka agama, dan sebagainya)

Kapan dan dimana Parallel Events akan diselenggarakan?
Parallel Events akan diselenggarakan dalam periode waktu penyelenggaraan Biennale Jogja XII Equator #2, yakni mulai: 16 November 2013 hingga 6 Januari 2014.

Pelaksanaan Parallel Events direncanakan meluas dan menyebar di seluruh wilayah Provinsi DIY, yaitu di Kotamadya Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Penghargaan untuk Kegiatan Parallel Events Terbaik
Panitia Biennale Jogja XII Equator #2  akan memberi penghargaan kepada kegiatan-kegiatan yang terselenggara dalam Parallel Events, berupa:

  1. Uang tunai sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah), masing-masing untuk dua kegiatan Parallel Events terbaik, dan
  2. Penerbitan katalog tentang 10 Nominasi Kegiatan Parallel Events Terbaik.

Batas waktu pendaftaran: 31 Maret 2013.

 

KONTAK:
Sekretariat Biennale Jogja XII Equator #2
d/a Taman Budaya Yogyakarta
Jl. Sri Wedani No.1 Yogyakarta
Telp. +62 (0)274 587712
Email: parallelevents@biennalejogja.org | Website: www.biennalejogja.org
CP: Ditya Sarasi (Sdri). HP: +62 896 7140 2093