Wicara Seniman Biennale Jogja XII: UBIK

1460309_10152042908775259_633114782_n

Wicara Seniman: UBIK—Seniman Residensi Biennale Jogja XII Equator #2
Hari/Tanggal: Sabtu, 23 November 2013 Pukul. 13.00 WIB
Tempat: Pelataran Joko Pekik, Dusun Sembungan, Kasihan, Bantul
Pembicara: UBIK
Moderator: Setu Legi

Residensi merupakan salah satu program yang diselenggarakan dalam rangakaian Biennale Jogja XII. Program ini mengundang seniman-seniman asal negara mitra untuk singgah ke Yogyakarta dan melakukan proses kreatifnya di sini. Salah satu yang menjadi partisipan program ini adalah Vivek Premachandran atau yang lebih dikenal dengan nama UBIK. Pria keturunan India tersebut saat ini menetap dan berkarya di Dubai, Uni Emirat Arab. UBIK menghabiskan masa kecilnya ditengah rezim komunisme yang saat itu sedang bergulir di India. Hal itulah yang sedikit banyaknya mempengaruhi UBIK dalam praktik berkeseniannya. Karya-karya konseptualnya banyak dihadirkan melalui manipulasi, apropriasi teks, serta gambar yang dituangkan dalam medium seperti instalasi, patung, suara, dan pertunjukan.

Program residensi UBIK berlangsung dari tanggal 29 Oktober hingga 29 November 2013. Dalam aktivitasnya di Yogyakarta, ia banyak menemui seniman serta komikus seperti Indieguerillas, Terra Bajraghosa, dan Prihatmoko Moki. Dalam Biennale Jogja XII, UBIK menelurkan sebuah karya bertajuk “Unity in Diversity [Study]” berbentuk Garuda Pancasila berbahan dasar baja yang diselubungi cat hitam, kantung terigu, lencana organisasi, dan sebagainya. Ia berusaha menggali identitas melalui benda-benda bekas atau found object, hasil eksplorasinya terhadap pasar barang bekas di Yogyakarta.

Proses pemaknaan identitas tersebut berlangsung melalui benda-benda bekas—menautkannya, dan direproduksi kembali atas bacaan dan pengalaman personalnya. Sebelum melakukan proses residensinya di sini, UBIK berusaha mengeksplorasi sistem serta struktur yang pernah berlangsung di Indonesia. Merupakan persoalan yang menarik bagi UBIK bahwa sebuah rezim dapat melunturkan identitas yang dimiliki seseorang. Hal inilah yang akan banyak disampaikan oleh UBIK dalam Program Wicara Seniman Biennale Jogja XII mendatang.

***

Vivek Premachandran dilahirkan di Trivandrum, Kerala, India, pada Oktober 1985. Lebih dikenal sebagai UBIK, sebuah samaran yang dia adopsi dari novel Philip K. Dick. UBIK tumbuh di antara negara bagian komunis (Kerala) dan negara monarki (Uni Emirat Arab), dan asuhan ini merupakan aspek inti dan penting yang kerap dia garap di dalam praktik keseniannya. UBIK telah berpameran di India, Uni Emirat Arab, dan Eropa, termasuk pameran tunggal “Dissident” di Galeria Sabrina Amrani, Madrid, Spanyol (2012), “With A Little Help from My Friends” di The Pavillion Downtown, Dubai (2012), dan “Satelite Broadcast 001: Tahrir Sq. Satellite” di Dubai (2011). Dia juga mengikuti pameran kelompok, di antaranya Kochi-Muziris Biennale di Kochi, India (2012), “A Most Precarious Relationship” di Maraya Art Centre, Sharjah (2012), dan “Text ME” di Lawrie Shabibi, Dubai (2012). UBIK telah berpartisipasi di dalam sejumlah art fair, di antaranya Artissima di Turin, Italia (2013), Art Dubai (2011–2013), Abu Dhabi Art Fair (2012), dan Beirut Art Fair (2012).

Praktik UBIK menyangkut manipulasi dan apropriasi teks, gambar, dan lingkungan, melalui bentuk yang beragam, termasuk cetak, instalasi, patung, suara, dan pertunjukan. Karyanya mengeksplorasi kemungkinan membangun narasi yang estetikanya diambil dari benda sehari-hari, sehingga mengeksplorasi lebih jauh hubungan pemirsa dengan objek. Dengan menempatkan karyanya di dalam konteks tapak yang khusus, karya itu dibingkai secara konseptual untuk menunjukkan perlintasan keingintahuan pemirsa sambil memberi mereka kesempatan untuk mempertanyakan hubungan mereka dengan karya itu — interaksi di antara pemirsa dengan karya ini pada akhirnya membongkar karya menjadi tontonan; lebih jauh lagi mengubah karya menjadi pertunjukan di mana pemirsa terlibat. Caranya menggunakan humor dan ironi merupakan aspek yang penting dan disengaja dari praktiknya, memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi hal sosial yang menyita kehidupan kita kini.