Timeless Repetitions: Icono-pop and Egyptian Cinema in Contemporary Art from the Middle East

Raed Yassin, The New Film (2008)

Pemutaran Film dan Diskusi bersama Nat Muller
Jumat, 6 September 2013, pukul 16.00 WIB- selesai
di IVAA (Indonesian Visual Art Archive)
Jalan Ireda, Gang Hiperkes, Dipowinatan MG I/188 A-B, Keparakan
Yogyakarta, Indonesia

Bagi para seniman kontemporer dari Timur Tengah, perfilman Mesir adalah gudang harta karun dengan berbagai citra ikonografis dan referensi populer. Mulai dari ikon layar Mesir Suad Hosni dan piramida yang selalu menarik bagi pemirsa televisi, hingga adegan kekerasan polisi di dalam film laga. Film-film Mesir adalah materi sumber utama untuk mempertanyakan isu-isu di dalam budaya populer, visual, historiografi, narasi dan representasi, termasuk juga isu-isu sosial dan politik. Presentasi ini akan membahas karya seniman-seniman Maha Maamoun, Rania Stephan, dan Raed Yassin.

Nat Muller adalah kurator dan kritikus yang tinggal di Rotterdam, Belanda, dengan ketertarikan utama pada seni media dan seni kontemporer dari Timur Tengah. Tulisannya telah dipublikasikan dalam berbagai terbitan dan merupakan kontributor tetap untuk Springerin, MetropolisM. Bersama dengan Alessandro Ludovico, Muller mengedit Mag.net Reader2: Between Paper and Pixel (2007), and Mag.net Reader3: Processual Publishing, Actual Gestures (2009), berdasarkan serangkaian debat yang diselenggarakan oleh Documenta XII. Ia merupakan kurator untuk pemutaran video dan film di berbagai festival internasional, termasuk Rotterdam’s International Film Festival, Norwegian Short Film Festival, dan Video D.U.M.B.O.