Amarachi Okafor

20151109 Amarachi

Amarachi Okafor
“I Learnt This!”
Instalasi Media Campuran (termasuk teks di kanvas), aktivitas interaktif
Kolaborasi dengan : Serrum

Beberapa pertanyaan di bawah ini cukup mengganggu sekaligus saling terkait. Sebagai makhluk sosial, kita ingin menjadi masyarakat yang seperti apa, nilai-nilai apa saja yang kita ajarkan pada masyarakat kita hari ini, serta bagaimana caranya? Apakah betul kita masyarakat yang sedang berkembang? Apakah kita punya bangunan kepercayaan? Apakah kita memperkuat kepedulian sosial? Apakah kita punya keadilan?

Ketika membicarakan konteks Nigeria dan Indonesia, kita memiliki sejarah yang perlu diingat, yakni dominasi kolonial yang telah banyak merubah kita. Yang perlu kita pertanyakan sekarang ialah orisinalitas kita sebagai masyarakat bekas jajahan. Kita perlu mempertanyakan kembali identitas kita. Melalui karyanya ini, Amarachi mengajak kita untuk berpartisipasi pada aktivitas interaktif dengan melibatkan gagasan di seputar proses belajar dan nilai yang dipelajari. Kita juga diajak untuk berdiskusi dan saling membuat jalinan antar isu sambil menorehkan catatan-catatan diatas kanvas.

Amarachi Okafor lahir di Nigeria pada tahun 1977. Ia adalah seniman sekaligus kurator. Ia mendapat gelar sarjana seni lukis dari University of Nigeria pada tahun 2002 dan pada tahun 2007 ia menyelesaikan program master di jurusan seni patung dari universitas yang sama.  Dia juga mengambil program master kuratorial di University College Falmouth, Cornwall, UK. Yang ia jadikan materi dalam berkarya ialah benda-benda yang bisa ditemukan dari kehidupan sehari-hari. Pilihan materinya tidak hanya berdasar pada tekstur, namun juga konteks sosial ekonomi serta bagaimana materi tersebut dikonotasikan. Karyanya banyak membicarakan persoalan hubungan antar manusia, budaya, agama, sejarah, jender dan seksualitas. Okafor juga sering menggunakan metode jahit dalam membuat karyanya. Penggunaan medium  jahit ini tidak hanya didasari pada ketertarikannya pada fashion dan kaitannya dengan para perempuan di komunitas sekitarnya, namun juga sebagai proses katarsis dalam memperbaiki bahan-bahan yang sudah rusak. Di sepanjang karir berkeseniannya sebagai seniman dan kurator, ia sudah terlibat di banyak proyek seni dan pameran yang berlangsung, baik di Nigeria, Afrika maupun internasional. Karyanya yang belum lama ini dibuat berupa lukisan partisipatif. Dengan kanvas yang dipajang di ruang publik, ia mengajak siapa saja-mulai dari pelajar, pekerja, tentara, pegawai pemerintah dan seniman- untuk memberi komentar seputar isu sosial politik yang berkembang di Nigeria. Ia tinggal dan bekerja di sebuah kota di dekat Abuja, Nigeria.