Lifepatch

20151109 Lifepatch

Lifepatch
“SKS – Sistem Kebut Sekolah”
Lokakarya, permainan, instalasi site-specific
Kolaborasi dengan: Wukir Suryadi, Serrum, dan Anti Tank

Sistem pendidikan formal di Indonesia, baik di tingkat sekolah dasar hingga universitas, sejak lama telah menjadi alat kekuasaan negara. Berbagai institusi pendidikan ini terus menerus memproduksi dan mendistribusikan bentuk pengetahuan yang dianggap sah oleh negara. Rezim validitas pengetahuan ini tidak memberikan ruang untuk keragaman pengetahuan dari perspektif akar rumput dalam masyarakat. Padahal warga telah lama menciptakan strategi-strategi pengembangan teknologi sebagai respon atas keterbatasan infrastruktur yang selama ini diabaikan oleh institusi pendidikan formal. Melalui karya ini, Lifepatch berupaya untuk menciptakan sebuah ruang yang memfasilitasi inisiatif-inisiatif komunitas lokal dalam mengintervensi sistem pendidikan dan menciptakan moda pertukaran pengetahuan kritis. Upaya ini ditempuh melalui cara belajar ilmu pengetahuan interdisiplin yang aplikatif serta mendorong peluang kolaborasi bagi praktisinya.

Lifepatch adalah sebuah organisasi berbasis komunitas yang dibentuk pada tahun 2012 di Yogyakarta. Organisasi ini bekerja dalam aplikasi kreatif dan tepat guna di bidang seni, sains dan teknologi. Dalam aktifitasnya, Lifepatch berfokus pada pendekatan seni dan sains melalui praktik edukasi dalam penggunaan teknologi yang berguna bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya lifepatch mengutamakan semangat budaya DIY (Do It Yourself) dan DIWO (Do It With Others), mengajak para anggota dan siapapun yang terlibat untuk meneliti, menggali, mengembangkan dan memaksimalkan fungsi dari teknologi; yang diharapkan dapat memacu munculnya suatu pola dan sistem baru yang lugas dari proses kreatif individu dan komunitas, serta interaksi antar individu dalam rangkaian kerja sama antar kelompok dan ragam bidang pengetahuan. Lifepatch telah banyak berpartisipasi di ajang seni, budaya dan teknologi baik lokal maupun internasional.

Gambar Ilustrasi oleh Wedhar Riyadi