YOGYAKARTA BIENNALE FOUNDATION

PROFIL DIREKTUR ARTISTIK dan KURATOR BIENNALE JOGJA XIII – Equator#3 – November 2015 Indonesia encounters Nigeria

kurator director artistic bj 13DIREKTUR ARTISTIK

Rain Rosidi (lahir di Magelang, 1973) tinggal dan bekerja di Yogyakarta.
Rain adalah kurator seni rupa dan dosen di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia. Pada tahun 2000 bekerja sebagai pengelola dan kurator di Gelaran Budaya, yaitu sebuah ruang alternatif yang menyelenggarakan pameran seni rupa dan diskusi seni secara independen. Pada tahun 2003 mengikuti program residensi Manajemen Seni di Queensland Art Gallery, Brisbane, dan di Asian Australian Art Centre, Sydney. Rain mengkurasi beberapa pameran seni rupa, antara lain: Neo Iconoclasts, Magelang (2014), Geneng Street Art Project, Yogyakarta (2013), Future of Us, Yogyakarta (2012), Jogja Agro Pop, Yogyakarta (2011), Sensual Musical, a. Rouse, Kuala Lumpur (2011), Jogja Art Scene, at Yogyakarta Art Festival (2011), Airport Radio Launching Album, Centre Cultural France, Yogyakarta (2010), Dark Saying, Yogyakarta (2010), How Art Lives, at Yogyakarta Art Festival (2010), Sensuous Object, Yogyakarta (2010), Indonesian Disjunction, Bali (2009), Utopia Negativa, Magelang (2008), Jawa Baru, Jakarta (2008), Tenggara, Liverpool (2008), Tasty Loops, Semarang (2007), Lullaby, Yogyakarta (2007).

KURATOR
Wok The Rock (Lahir di Madiun, 1975). Lulus dari Program Studi Disain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Wok The Rock adalah seniman lintas disiplin yang menghasilkan karya seni berbasis kolaborasi dan berbagai praktik kerjasama lainnya. Tidak hanya memproduksi obyek seni, Wok The Rock juga melihat gabungan penciptaan ruang, penyelidikan spekulatif dan eksperimentasi medium sebagai praktik artistiknya. Penciptaan ruang dan platform kerja juga berlanjut pada aktivitasnya di berbagai komunitas seni dan budaya.

Pada tahun 2002, Wok The Rock turut mendirikan Ruang MES 56, sebuah artist-run-space fotografi kontemporer dan menjabat sebagai direktur pada tahun 2014. Ia juga aktif di komunitas musik underground di Yogyakarta dengan memproduksi musik bersama musisi lokal, menginisiasi label rekaman berbasis internet Yes No Wave Music yang mendistribusikan musik secara gratis, dan mengkurasi Indonesian Netaudio Festival. Ia tinggal dan bekerja di Yogyakarta, Indonesia.

 
1M PE pembukaan_indra arista_DSC_2322 1M PE coliq pujie_indra arista_DSC_3266 1M PE coliq pujie_indra arista_DSC_3323 Resize_Indra Arista_Presentasi oleh Hendra Himawan, Praktek Parallel Event Biennale Jogja dan Wacana Seni Partisipatori Resize_Indra Arista_Presentasi Perubahan Kota, Perubahan Kami oleh Archana Prasad Resize5000_Indra Arista_Presentasi Amplifikasi Publik oleh Kathleen Azalia