Program Pertukaran Residensi Seniman Biennale Jogja XII Equator #2

Dengan tujuan untuk menciptakan pertukaran budaya dan sebagai bentuk eksplorasi atas gagasan mobilitas itu sendiri, Biennale Jogja XII akan memulai program residensi seniman pada Agustus hingga Oktober 2013. Ini merupakan program residensi pertama yang mempertukarkan seniman Indonesia dengan seniman di kawasan Arab, serta secara khusus dijalankan mendahului event biennale terkait. Karakteristik yang sedang dibangun melalui program ini adalah upaya untuk memperdalam proses kekaryaan seniman melalui riset langsung di negara-negara yang bersangkutan, dan memungkinkan terjadinya pertukaran budaya secara riil, tidak hanya ‘mengimpor’ karya yang sudah jadi dan dipamerkan di ruang galeri. Hal ini juga untuk mempertegas posisi Biennale Jogja sebagai Biennale Equator yang ingin memberikan sebuah platform baru membaca dunia melalui karya-karya seniman di wilayah ini, dimulai dengan Biennale Jogja XII.
Saat ini sudah terpilih lima seniman dari Indonesia yang akan menjalankan residensi di Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selama masing-masing dua sampai empat minggu. Mereka adalah Tintin Wulia, Prilla Tania, Tisna Sanjaya, Venzha Christiawan dan Duto Hardono. Tiga seniman dari kawasan Arab, Ahmed Matter (Aseer, Saudi), Salwa Al Eryani (Sanaa, Yaman) dan Dina Denish (Kairo, Mesir) juga akan menjalani residensi di Yogyakarta.

Pemilihan seniman ini dilakukan selain berdasarkan rekam jejak dan dialog yang terjadi antara seniman dan kurator, juga isu yang dibawa oleh masing-masing seniman yang dianggap relevan dan memiliki potensi untuk memberikan sudut pandang baru tentang hubungan Arab-Indonesia. Tentu saja, isu ini juga berhubungan dan merupakan pengembangan dari pengkaryaan para seniman-seniman ini sebelumnya. Program residensi ini didukung oleh beberapa galeri dan lembaga rekanan. Untuk residensi seniman Indonesia di kawasan Arab, BJ XII bekerja sama dengan Sharjah Art Foundation, Maraya Art Center dan Athr Gallery. Sementara di Yogyakarta, BJ XII bekerja sama dengan Langgeng Art Foundation dan SaRang Art Space.