Profil dan Ringkasan Proposal Peserta Parallel Events BJ XII

1. Colliq Pujie

Coliiq Pujie merupakan kelompok diskusi seni dan budaya  independen. Anggotanya terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus, baik yang berasal dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain. Kelompok Colliq Pujie di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-Bilang: Aksara Variasi Arab di Sulawesi Selatan (Lonrak Ara’).

Lontarak merupakan aksara resmi yang digunakan di lingkungan kerajaan maupun masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya. Disebut Lontarak karena ia ditulis di atas daun lontar kering yang berfungsi sebagai kertas di masa itu.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Workshop Interaktif

2. Pameran Seni Lukis, Project Instalasi, Mural, dan Pameran Dokumentasi

3. Pertunjukan seni

 

2. DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya berasal dari mahasiswa S-2 Pasca Sarjana ISI Yogyakarta dan beberapa rekan yang berasal di luar disiplin seni rupa. Kelompok DEKA-EXI(S) di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Arabian Pasar Kliwon. Kaum Arab Pasar Kliwon adalah sebuah komunitas atau warga keturunan Arab Indonesia yang terbesar di Surakarta. Deka –Exi(s) akan mengambil objek tentang kebudayaan warga Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, yang benama “Pasar Kliwon “.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Pameran dokumentasi

2. Performance

3. Workshop : tari, kaligrafi, musik

4. Instalasi Art

5. Video Art exhibition

 

3. HABITUS AINUN

Habitus Ainun adalah kelompok kajian Budaya dan Media yang memfokuskan pada kajian praktik budaya sehari hari dengan presentasi berbasis seni rupa kontemporer. Kelompok Habitus Ainun di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aku Unta Kamu : Bermain – main dengan Esensialisme Arab. Asumsi bermain – main dengan esensialisme Arab bagi masyarakat Indonesia, Habitus Ainun ingin membuat konstruksi baru tentang bagaimana kita sebagai Indonesia memandang Arab, sehingga ketika membicarakan Arab yang terbayang tidak hanya Islam dan unta.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Penelitian

2. Workshop

3. Pameran

 

4. O2

O2 adalah kelompok multidispliner  yang terdiri dari fotografer, pelukis, ekonom UGM dan Arsitek  yang tertarik dengan isu-isu budaya masyarakat yang spesifik, menggali keunikan budaya lokal untuk diolah dalam medium seni rupa. Kelompok O2 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Potret Masyarakat Muslim di Gunung Kidul. O2 terpanggil untuk menampilkan kehidupan kelompok Muslim di Gunung Kidul, kehidupan muslim di salah satu daerah di Indonesia perlu dipahami sebagaimana adanya. Pada foto potret kehidupan religius warga desa ini, kesan yang ingin dimunculkan adalah kesan kesederhanaan, kedamaian, dan penuh rasa persahabatan. Visualisasi potret masyarakat Islam di Gunung Kidul ini sebuah langkah awal, Upaya mengingatkan bahwa pengaruh budaya lokal bagi sebuah identitas untuk melihat ke dalam.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

a.Riset dan Penelitian

b.Workshop

c.Pembuatan buku dokumentasi warga

d.Presentasi hasil penelitian

e.Pameran

 

5. Hide Project Indonesia

Hide Project Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Hide Project Indonesia di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan modal kapital yang sudah bergerak melintasi batas-batas geografi negara, dengan nama proyek Ghost of Civilization. Negara-negara seperti Indonesia dan Arab dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Dalam hal ini minyak atau tambang, menjadi ajang pertemuan, perputaran dan persaingan modal. Hide Project Indonesia ingin menciptakan suasana membaca informasi dalam situasi yang tidak lazim, dengan pembesaran-pembesaran sensasi. Semacam metode cuci otak secara singkat untuk menyampaikan ide kami, bahwa uanglah yang sering kali menjadi penggerak utama dalam pergerakan-pergerakan politik atau sosial dll.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek adalah Pameran Instalasi. 

 

6. KNYT SNOMIA

KYNT SNOMIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman dan pemerhati sejarah. Kelompok KYNT SNOMIA di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan pengalaman sejarah dengan nama proyek Genesis of Terror. Di dalam proyek ini KYNT SNOMIA hendak meneruskan cita-cita dan harapan para Bapa Bangsa, secara khusus adalah hubungan Indonesia dengan Negara Khatulistiwa yang telah menjadi pioneer dalam menjaga keseimbangan dunia melalui komitmen Gerakan Non Blok dan menegaskan kembali bahwa setelah Gerakan Non Blok digulingkan adalah awal mula dari semua teror yang terjadi pada semua negara di wilayah seputaran khatulistiwa.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Video and Sound Art Installation
  2. Pameran
  3. Photobox

 

7. Daun Singkong

Daun Singkong adalah kelompok yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu. Kelompok Daun Singkong di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan melakukan proyek penanaman-penanaman ide untuk para WNI yang akan hijrah ke Arab dan sekitarnya. Dengan nama proyek Arab – Arab Cemas. Sasaran utama proyek ini adalah para calon Haji, TKI, dan para WNI yang akan pergi ke Arab dan sekitarnya. Maksud dari projek ini agar para WNI yang akan berangkat ke Arab dan sekitarnya dapat paham tentang kondisi lingkungan serta kebudayaan Arab.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Workshop

 

8. PANG LIMA

Pang Lima  merupakan kelompok yang anggotanya berasal dari komunitas seni. Kelompok Pang Lima di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Perjumpaan Teks Nusantara dan Timur Tengah. Teks Nusantara dan Timur Tengah menjadi tema utama kelompok Pang Lima karena teks (huruf, kata, kaligrafi) dipandang sebagai sesuatu yang selalu muncul, beriringan, dan dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teks (huruf, kata, kaligrafi) dianggap sebagai simbol dari perkembangan intelektual, dimana setiap masa ke masa selalu berkembang menjadi sebuh simbol-simbol baru.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Diskusi
  2. Workshop
  3. Pameran seni rupa

 

9. Kandang Jaran

Kandang Jaran  merupakan kelompok yang anggotanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Kelompok Kandang Jaran di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Haji Backpaker. Kelompok Kandang Jaran mengusung tema ini dimaksudkanakan menampilkan hasil penelitiannya dalam praktik-praktik haji yang dilakukan tidak secara lazim adanya.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Pameran Artefak Haji Backpacker (tulisan/catatan perjalanan, foto, dll dari narasumber)

2. Pameran Komik Dinding

3. Diskusi Haji Bacpacker menurut berbagai sudut pandang;

4. Lomba Karikatur

5. Pameran Kaligrafi

6. Lomba Ular-Ular Temanten

7. Dramatic Reading

8. Pasar Tiban: Islam adalah Pasar

9. Happening Art

10. Diskusi Budaya

 

10. INSIGNIA  INDONESIA

Insignia  Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Insignia  Indonesiadi dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek  melalui perluasan ide, proses, distribusi, dan konsumsi seni melalui kolaborasi penciptaan antara seniman, ilmuwan berbagai bidang dan warga masyarakat dengan mengkaji nilai-nilai estetis kehidupan sebagai ide penciptaan karya seni yang inovatif dan cerdas. Nama dari proyek ini adalah DemocrARTcy .

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Inkubator ide antara seniman, masyarakat, dan ilmuwan
  2. Kolaborasi penciptaan karya
  3. Pameran seni di ruang terbuka

 

11. KELOMPOK BELAJAR 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Belajar 345 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Nama dari Proyek ini adalah Renbo Qur’an.

Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer, serta agama dan budaya lokal yang diwujudkan dalam bentuk material adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang memiliki wujud secara nyata (riil). Budaya materi mencakup semua benda-benda fisik yang diciptakan oleh manusia dan memberinya makna.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran Pemutaran film
  2. Syukuran dan diskusi
  3. c.     Performing Art

 

12. Makcik Project

Makcik Project diinisiasi oleh tiga orang seniman dan bekerja dengan para makcik (waria). Dalam kerangka kerja Parallel Event Biennale Jogja XII, proyek ini memasuki episode keduanya yang digerakkan oleh seorang kurator dan melibatkan dua kolektif seni.

Makcik Project berusaha mengidentifikasi nilai-nilai keberlangsungan hidup makcik dan pekerja seni dalam tatanan masyarakatnya. Hal-hal yang dibagi, dipelajari, dan digarap oleh seluruh kolaborator proyek ini mengacu pada usaha keberlangsungan hidup egaliter (tidak mengkhususkan, mengistimewakan, atau mengagenkan kolaborator). Proyek ini sekaligus berusaha menjadi kritis terhadap soal-soal seni kolaborasi, seni partisipasi, dan seni komunitas.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Pemutaran film
  3. Happening/performans
  4. Lokakarya

 

12. PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Kelompok PEREKs di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini  akan mengangkat permasalahan masalah para TKW, dengan sebuah dokumentasi dan penelitian tentang para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang selama ini terstigma dan memiliki konotasi merendahkan para pekerja. Nama dari proyek ini adalah Inner Resistance.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Instalasi multimedia

 

13. Kaneman

Kaneman adalah lembaga nirlaba yang menfokuskan pada Gerakan Sosial Anak Muda di Yogyakarta. Kelompok Kaneman di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenai Wayang  Menak  yang merupakan seni pertunjukan yang bersumber dari buku “Serat Menak”. Wayang Orang Menak adalah salah satu dari hasil karya pertunjukan yang masih sering dimainkan oleh masyarakat dusun Tutup Ngisor

Dari sini Kelompok Kaneman akan melakukan penelitian  isi cerita dari “Serat Menak”. Nama dari proyek ini adalah KAJIARAB; Studi Atas Wayang Golek Menak.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Pertunjukan
  3. Presentasi  hasil penelitian kepada publik.

 

14. Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja

Arkomjogja (lembaga arsitek komunitas dan arsitektur alternative) adalah lembaga non-profit yang berdomisili di Yogyakarta yang aktif memperbaiki kampung bersama kampung-kampung informal di Yogyakarta. Paguyuban Kalijawi merupakan paguyuban  pelaksanakan program menjaga dan meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan kampung. Kelompok Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenaidokumentasi oleh komunitas, inovasi arsitektur bambu, dan teater sebagai media komunikasi publik dan pameran barang-barang seni dari kalangan Kali Jawi sendiri.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Seminar dan pameran tentang “Perbaikan Kampung Kota oleh Warga Bantaran Kali”

3. Workshop tentang pemetaan dan perencanaan partisipatif.

4. Workshop konstruksi bambu.