Tag Archives: parallel events

Hangat Ruang Pertunjukan Arabian

“Inilah yang dinamakan performance art, ada reaksi seketika dari penonton untuk bergabung di dalamnya.”

Lampu temaram yang menghiasi ruang persegi itu sekaligus menghangatkan malam yang diguyur hujan ringan. Situs Kandang Menjangan, Krapyak, Yogyakarta, yang disampul kain hitam menyerupai Kabbah, menjadi tempat bagi DEKA-EXI(S) dalam menyajikan gagasan kreatif dan mengobarkan semangat berkompetisi. DEKA-EXI(S) merupakan peserta Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2, beranggotakan perorangan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi seni, yang dipertemukan kembali dalam sebuah forum ketika bersama-sama menempuh program pascasarjana seni di Yogyakarta.

Dengan sambutan dari ketua kelompok Musik Hadrah Sidoarum, Sleman, Abdul Hadi, disusul ketua DEKA-EXI(S), Triwahyudi, pameran penciptaan peristiwa seni yang berlangsung pada 17–30 November 2013 resmi dibuka. Kehadiran gambar, foto, instalasi, video, dan performance memunculkan dialog bisu yang mengusung tema “Arabian Pasar Kliwon.” Penelitian kebudayaan warga keturunan Arab Indonesia terbesar di Surakarta yang tinggal di perkampungan Pasar Kliwon ditampilkan kembali melalui seni rupa dan seni pertunjukkan.

Terpesona. Begitu ekspresi para pengunjung ketika menyaksikan performance yang dibawakan oleh Mila Rosinta Totoatmodjo dan dua pria dari komunitas seni PENJASKES, Yogyakarta, pada malam pembukaan itu. Keduanya berekspresi dalam lantunan musik rebana dari kelompok Musik Hadrah Sidoarum.

Masuk dengan memegang tiga buah hio yang lalu ditaruh di lantai, gerakan gemulai dan berirama seketika mengalir dari tubuh Mila, tatkala satu dari anggota PENJASKES masuk dalam khusyuk, juga dengan hio di tangannya. Gerakan energik dan gemulai dari Mila, dibalut mimik wajah serius dan tegas, kini kontras menemani pria tenang tapi hanyut dalam arus keterkejutan, takut, dan sesal. Enam menit kemudian, pria kedua masuk dengan lilitan kain putih menggunduk di kepala sambil memancarkan ekspresi kebingungan, kehilangan arah, dan seolah terasingkan.

Berganti medium, kini pria pertama tidak lagi memegang hio melainkan sebuah lilin. Lagi-lagi ia letakkan di lantai. Sambil berjalan dan sesekali berlari ia lewati lilin itu. Rasa bingung dan takut semakin terpancar dari raut wajah dan gerakannya. Lilin itu tampaknya membawa dampak luar biasa karena Mila tiba-tiba memancarkan kegelisahan. Kemudian, ia berlari-lari membawa mimik penyesalan. Sedangkan pria kedua masih nyaman dalam keterasingan, menghadap tembok dan merungkuk.

Menarik, ternyata Mila merespon salah satu materi pameran, yaitu janggut palsu. Ia kenakan pada pria pertama dan mereka berlarian. Mila kini mulai mengenakan janggut itu dan lagi-lagi ia kembali berlari. Mila kini memasang janggut pada pria kedua dan seperti memaksa. Hingga akhir pertunjukkan, harmonisasi terus lahir karena ketiganya hanyut terbalut suasana putih, abu-abu, dan hitam dalam lantunan irama dendang rebana yang menggebu-gebu.

“Adalah refleksi terhadap dunia hitam dan putih, dua ruang berseberangan ini kami jadikan sebagai respon dari sisi baik dan buruk kehidupan. Secara pribadi, performance ini saya niatkan sebagai bentuk penyucian diri dan rasa syukur kepada Tuhan. Awalnya kami tampil hanya berdua, tetapi pria kedua itu seketika masuk lantas ikut mengekspresikan dirinya dalam musik, ruang, dan suasana di sini. Inilah yang dinamakan performance art, ada reaksi seketika dari penonton untuk bergabung di dalamnya,” kata Mila.

 

Ditulis oleh Ferika Yustina Hatmoko (peserta Program Magang Penulisan Seni dan Kewartawanan Biennale Jogja XII)

Foto: Arief Sukardono/Dok. BJXII

Program Parallel Events BJXII: Kelompok Belajar 345

Renbo Quran

RENBO QUR’AN

Pertunjukan Jathilan
1 Desember 2013, jam 10.00
Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta

Pameran Seni Rupa
6 – 11 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Misty, Jalan Kaliurang Km. 5,8, Kompleks Pogung Baru, Yogyakarta
Pembukaan: 6 Desember 2013, jam 19.00

Pemutaran Film Dokumenter
8 Desember 2013, jam 19.00
Misty

Diinisiasi oleh Kelompok Belajar 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Belajar 345 akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer serta antara agama dan budaya lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk pertunjukan seni, film dokumenter, dan pameran seni rupa.

Program Parallel Events BJXII: Perek Project

INNER RESISTANCE

Pembukaan Pameran Personal Perek
23 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop, Jl. Tirtodipuran no. 22, Yogyakarta

Pembukaan Pameran Inner Resistance
24 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #1
27 November 2013, jam 19.00 – 21.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #2
30 November 2013, jam 19.00–21.00
Kersan Art Studio

Wicara Seniman
7 Desember 2013, jam 16.00 – 20.00
Kersan Art Studio

Penutupan Pameran
7 Desember 2013, jam 20.20 – 23.30
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop

Diinisiasi oleh Kelompok PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok PEREKs mengangkat permasalahan para TKW, dengan melakukan dokumentasi dan penelitian tentang para tenaga kerja wanita Indonesia yang selama ini terpinggirkan dan dianggap rendah. Hasilnya akan dipresentasikan dalam sebuah pameran seni rupa.

INNER RESISTANT POSTER

Program Parallel Events BJXII: KNYT SOMNIA

KNYT SOMNIA poster

GENESIS OF TERROR

Pameran, Instalasi Seni, Video, Pertunjukan Musik, Photobox
19 – 25 November 2013
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Pembukaan: 19 November 2013, jam 19.00

Lokakarya dengan TK Komimo
18 November 2013, jam 8.00
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Diinisiasi oleh KNYT SOMNIA (Merajut Mimpi)

KNYT SOMNIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman, musisi, dan beberapa individu yang memiliki ketertarikan pada sejarah, budaya, seni, dan spiritual. Melalui proyek “Genesis of Terror” di program Parallel Events BJXII kali ini, KNYT SOMNIA mengangkat persoalan pengalaman sejarah. Dalam proyek ini, KNYT SOMNIA mengambil penggalan peristiwa sejarah Indonesia dengan Mesir, khususnya peran pimpinan kedua negara tersebut dalam menggagas tatanan dunia baru dan menjadi pionir dalam menjaga keseimbangan dunia melalui Gerakan Non-Blok. Dideklarasikannya Gerakan Non-Blok adalah awal terjadinya teror bagi kedua negara tersebut, serta negara pendiri lainnya.

 

Program Parallel Events BJXII: DEKA EXI(S)

DEKA EXIS poster

ARABIAN PASAR KLIWON

Pameran Dokumentasi, Performance, Lokakarya: Tari, Kaligrafi, Musik, Seni Instalasi, Pameran Video Seni
17 – 30 November 2013, jam 9.00–17.00
Panggung Krapyak, Jl. D.I. Panjaitan, Yogyakarta

Pembukaan: 17 November 2013, jam 20.00

Diinisiasi oleh DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok beranggotakan perorangan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi seni, yang dipertemukan kembali dalam sebuah forum ketika bersama-sama menempuh program pascasarjana pendidikan seni di Yogyakarta. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam penelitian dan kegiatan yang menggunakan medium seni rupa sebagai bahasa sekaligus medianya.

Berdasarkan penelitian atas warga keturunan Arab yang tinggal di sebuah perkampungan keturunan Arab terbesar di Solo, dalam program Parallel Events BJXII kali ini, DEKA-EXI(S) mengangkat tema “Arabian Pasar Kliwon”. Dalam proyek ini, DEKA-EXI(S) memusatkan perhatian pada kebudayaan warga keturunan Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, kemudian menampilkannya kembali melalui pameran dokumentasi, pertunjukan, dan pameran seni rupa.

 

Program Parallel Events BJXII: Makcik Project Episode #2

Makcik Project Episode #2
Pameran seni rupa, pemutaran film, seni rupa pertunjukan, pesta, seni rupa pertunjukan, dan diskusi

Pembukaan pameran, pemutaran film, seni rupa pertunjukan, pesta:
Selasa, 12 November 2013, 19:00 WIB – selesai
Oxen Free, Jl. Sosrowijayan No. 2, Yogyakarta

Pameran, pemutaran film, diskusi:
Rabu, 13 November – Selasa, 26 November, 2013,
buka setiap hari kecuali Selasa (10.00 – 22.00 WIB)
Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No. 3, Yogyakarta

Pameran
Kurator: Grace Samboh
Seniman: Ferial Afiff, Jimmy Ong, Lashita Situmorang, X-CODE Films, Broken Mirror Project (Bob ‘Sick’ Yudhita Agung, S. Teddy D., Tohjaya Tono, Ugo Untoro, Yustony Volunteero)

Pembukaan pameran
Penampil: Tamara Pertamina, Sean Paracetamol, Alona Angel Chanaya, Ari Rudenko
Film: Paris is Burning (dengan subtitle bahasa waria) & Air Terjun Buanci (karya Wacan Managament)

Makcik Project Episode #2 adalah pameran hasil akhir proyek seni #makcikproject yang sudah berlangsung semenjak awal 2012. Proyek ini dimulai atas pertanyaan-pertanyaan terhadap perihal kolaborasi, partisipatori, seni komunitas, dan kerja-kerja seni yang berhubungan dengan kehidupan sosial. Walaupun bekerja dengan sejumlah individu maupun kelompok waria (pria yang merasa/berpenampilan/berperilaku perempuan), proyek seni ini tidak berkutat pada isu gender. Proyek seni ini berusaha mencari relevansi praktik kesenian bagi masyarakat non-seni dalam kehidupan sehari-hari.
Makcik Project Episode #2 terselenggara atas kerjasama dengan Hyphen, Kedai Kebun Forum, Art Merdeka, Museum dan Tanah Liat, Ikatan Waria Yogyakarta (IWAYO), Komunitas Waria Bank Indonesia (WIBI), Komunitas Sidomulyo, Komunitas Sorogenen, Sukma Bharata, Tamara Pertamina, Olivia Sonya Aresta, Rully Malay, Shinta Ratri, Maryani, Erika Borgez, Sheila, dan sejumlah teman-teman lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu namanya.

Informasi lebih lanjut, sila hubungi:
Amarawati Ayuningtyas (Nn. Mara)
+62(896)71801546
hellodurian@gmail.com
www.makcikproject.tumblr.com

Rangkaian Acara Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2

Parallel Events adalah salah satu program pengiring Biennale Jogja XII Equator #2 (Biennale Equator #2), yang berupa ajang kompetisi penciptaan peristiwa seni rupa. Parallel Events Biennale Equator #2 bertujuan untuk memperkaya pengetahuan tentang ekuator melalui kerja sama dengan beragam komunitas yang terspesialiasi dalam lingkup pengetahuan tertentu, serta memaksimalkan jejaring kerja dengan cara menjalin potensi kesalingterhubungan antar-beragam elemen pemikir dan praktisi keilmuan tertentu. Dengan begitu, sumber keilmuan yang dimiliki oleh tiap elemen ini bisa mengemuka dan mampu membuat pernyataan yang tegas. Penyelenggaraan Parallel Events juga diharapkan mampu merangsang tumbuhnya infrastruktur seni rupa Indonesia yang berkualitas tinggi, yakni: seniman, organisator, kurator, penulis, serta kritikus seni rupa yang handal dan kompeten.

Seperti pada PE BJXI tahun 2011 lalu, tim PE BJXII kembali mengundang kelompok dan komunitas untuk menggagas acara lintas keilmuan dalam merespon tema yang disodorkan oleh tim kurator BJXII. Bentuk acara yang diajukan para peserta PE pun beragam, mulai dari penelitian, pameran, diskusi, lokakarya, seminar, sampai pemutaran film.

Dari sejumlah proposal yang diterima, panitia memilih 13 kelompok untuk berpartisipasi dalam program PE BJXII. Ke-13 kelompok ini telah mengikuti serangkaian lokakarya bersama tim PE untuk mematangkan rencana kegiatan masing-masing. Mereka adalah: Colliq Pujie, DEKA-EXI(S), Habitus Ainun, O2, Hide Project Indonesia, KNYT SOMNIA, Kandang Jaran, Insignia Indonesia, Kelompok Belajar 345, PEREKs, Paguyuban Kali Jawi dan Arkom Jogja, Kaneman, serta Makcik Project.

Gelaran kegiatan para partisipan PE ini nantinya akan dinilai oleh juri yang telah ditunjuk oleh tim PE BJXII, yaitu: Wok The Rock (seniman), Heru Prasetia (penulis dan peneliti agama dan kebudayaan, aktif di Yayasan Desantara), Mella Jaarsma (seniman, pendiri Cemeti Art House), Bambang Kusumo (sosiolog, staf pengajar Universitas Atmajaya Yogyakarta), dan Hanindawan (dramaturg).

Seluruh kegiatan PE akan diselenggarakan dalam masa perhelatan BJXII, dari November hingga Desember 2013.

___________________________________________________________

 

Semoga Menjadi Peziarah Mabrur!
Pembukaan Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2
Minggu, 24 November 2013, jam 15.00 – 17.00
Gumuk Pasir, Parangkusumo, Kab. Bantul, Yogyakarta

Banyak orang menghabiskan hidupnya, mengumpulkan keping rezeki setiap hari, hanya untuk melakukan ziarah: praktik meneguhkan iman atau menyucikan diri. Tempat-tempat seperti Gereja Ganjuran, Masjid Kotagede, Kompleks Makam Imogiri, Sendang Sono, Gua Maria Tritis, Sendang Sriningsih, dan Dusun Mlangi selalu ramai dikunjungi para peziarah. Makam para wali turut pula menghidupkan ekonomi sekitar karena peziarah pasti membutuhkan buah tangan. Begitu pun, tempat-tempat ziarah di pulau lain di belahan bumi lain, selalu menjanjikan petualangan sekaligus misteri. Sejatinya, ziarah adalah perjalanan membaca dan menata diri. Meskipun para peziarah selalu terlihat pergi, menjauh dari tempat asalnya, sesungguhnya ia sedang kembali ke rumah, ke dalam dirinya. Begitulah para peziarah dianggap ‘mabrur’, mendapatkan kebaikan sebagai yang diharapkan.

Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 memilih tema “ziarah” pada acara pembukaan, sebagai praktik membaca dan menata diri melalui tiga tema yang ditawarkan panitia BJXII (“Mobilitas”, “Isu Seputar Katulistiwa”, dan “Arab-Indonesia”). Harapannya, ‘ziarah’ yang berlangsung dari 12 November hingga 15 Desember 2013 dan tersebar di sudut-sudut wilayah D.I. Yogyakarta dapat membawa kita kepada diri. Seperti Bima, salah satu tokoh dalam dunia pewayangan, yang mendapati bentuk serupa dirinya namun kecil (Dewaruci) setelah melakukan pencarian diri. Tiga belas peserta Parallel Events Biennale Jogja XII Equator #2 menjanjikan peristiwa-peristiwa pencarian diri. Semoga menjadi peziarah mabrur!

 

Catatan:
Peziarah (partisipan) diwajibkan berpakaian sopan dan dominan warna putih. Panitia menyediakan dua bus dari tempat pemberangkatan, Taman Budaya Yogyakarta, jam 15.00. Tertarik? Silakan mendaftar di sekretariat BJXII (tempat duduk terbatas).

 

 

 

TITIK BALIK

Lokakarya Interaktif, Pameran Seni Lukis, Proyek Instalasi, Mural, Pameran Naskah Kuno, dan Pertunjukan Seni
28 November 2013 – 5 Desember 2013, jam 9.00 – 20.00
Pendhapa Art Space, Jalan Lingkar Selatan, Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon Bantul, Yogyakarta

Pembukaan: 28 November 2013, jam 19.00

Diinisiasi oleh COLLIQ PUJI’E

Colliq Puji’e merupakan kelompok diskusi seni dan budaya independen yang anggotanya berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Dalam program Parallel Events kali ini, Colliq Puji’e mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-Bilang: aksara variasi Arab di Sulawesi Selatan.

Melalui proyek ini, Colliq Puji’e ingin menunjukkan salah satu bentuk perjumpaan antara Arab dengan masyarakat Sulawesi Selatan, yang melahirkan pengetahuan dan kebudayaan hibrida.

 

ARABIAN PASAR KLIWON

Pameran Dokumentasi, Performance, Lokakarya: Tari, Kaligrafi, Musik, Seni Instalasi, Pameran Video Seni
17 – 30 November 2013, jam 9.00–17.00
Panggung Krapyak, Jl. D.I. Panjaitan, Yogyakarta

Pembukaan: 17 November 2013, jam 20.00

Diinisiasi oleh DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok beranggotakan perorangan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi seni, yang dipertemukan kembali dalam sebuah forum ketika bersama-sama menempuh program pascasarjana pendidikan seni di Yogyakarta. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam penelitian dan kegiatan yang menggunakan medium seni rupa sebagai bahasa sekaligus medianya.

Berdasarkan penelitian atas warga keturunan Arab yang tinggal di sebuah perkampungan keturunan Arab terbesar di Solo, dalam program Parallel Events BJXII kali ini, DEKA-EXI(S) mengangkat tema “Arabian Pasar Kliwon”. Dalam proyek ini, DEKA-EXI(S) memusatkan perhatian pada kebudayaan warga keturunan Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, kemudian menampilkannya kembali melalui pameran dokumentasi, pertunjukan, dan pameran seni rupa.

 

AKU UNTA KAMU

Pameran Karya Lokakarya Partisipatoris
16 dan 23 November, 7 Desember 2013, jam 16.00 – 17.00
TPA NURUL BAROKAH, Masjid Nurul Barokah
Jl. Kaliurang KM 5, Gg. Siti Sonyo, Yogyakarta

Video Instalasi
15 Desember 2013, jam 8.00 – 12.00
Sunday Morning Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

20 Desember 2013, jam 14.00
Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta

Stand Up Comedy
berbahasa Arab, bekerja sama dengan Pesantren Mualimin
20 Desember 2013, jam 14.00
Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta

Diinisiasi oleh HABITUS AINUN

Habitus Ainun adalah kelompok kajian budaya dan media yang berfokus pada kajian praktik budaya sehari-hari dengan presentasi berbasis seni rupa kontemporer. Dalam program Parallel Events BJXII kali ini, Habitus Ainun membuat proyek berjudul “Aku Unta Kamu: Bermain-main dengan Esensialisme Arab”. Melalui bermain-main dengan esensialisme Arab bagi masyarakat Indonesia, Habitus Ainun ingin membuat konstruksi baru tentang bagaimana kita sebagai Indonesia memandang Arab, sehingga ketika membicarakan Arab yang terbayang tak hanya Islam dan unta.

 

POTRETKELUARGA MUSLIM DI GUNUNG KIDUL

Lokakarya Fotografi
20 – 24 November 2013, jam 10.00
Balai Desa Salam, Gunung Kidul

Pameran Fotografi
Pembukaan: 25 November 2013, jam 10.00
Balai Desa Salam, Gunung Kidul

Diinisiasi oleh O2

O2 adalah kelompok multidispliner terdiri dari fotografer, pelukis, ekonom UGM, dan arsitek yang tertarik dengan isu-isu spesifik dalam budaya masyarakat dan berupaya menggali keunikan budaya lokal untuk diolah dalam medium seni rupa. Dalam program Parallel Events BJXII kali ini, O2 membuat proyek berjudul “Potret Masyarakat Muslim di Gunung Kidul”. Melalui proyek ini, O2 ingin menampilkan kehidupan masyarakat muslim di salah satu desa di kabupaten Gunung Kidul. Proyek ini dilakukan bersama dengan warga setempat. Warga akan mengikuti lokakarya fotografi, kemudian hasilnya akan dipamerkan di balai desa.

 

NO COUNTRY FOR MONEY

Peluncuran Aplikasi Game Jackpot
16 November 2013, jam 19.00
Anjungan program Parallel Events, Terminal BJXII, Taman Budaya Yogyakarta

Diinisiasi oleh HIDE PROJECT INDONESIA

Hide Project Indonesia adalah wadah bagi para pegiat seni, yang biasanya bekerja secara individual, untuk membuat karya bersama-sama. Dalam karya ini, Hide Project Indonesia ingin menyajikan sisi lain dari peristiwa yang sama, melihatnya dari sudut pandang yang tidak banyak termuat dalam media massa, melihat apa yang selama ini terlihat sebagai peristiwa politik menjadi peristiwa ekonomi, dan menanggalkan beban-beban sentimen yang sering kali menghalangi pembacaan yang bening. Bentuk kegiatan berupa pembuatan game jackpot yang akan diunggah ke internet.

 

GENESIS OF TERROR

Pameran, Instalasi Seni, Video, Pertunjukan Musik, Photobox
19 – 25 November 2013
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Pembukaan: 19 November 2013, jam 19.00

Lokakarya dengan TK Komimo
18 November 2013, jam 8.00
Gedung Situs Patung Jogja National Museum

Diinisiasi oleh KNYT SOMNIA (Merajut Mimpi)

KNYT SOMNIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman, musisi, dan beberapa individu yang memiliki ketertarikan pada sejarah, budaya, seni, dan spiritual. Melalui proyek “Genesis of Terror” di program Parallel Events BJXII kali ini, KNYT SOMNIA mengangkat persoalan pengalaman sejarah. Dalam proyek ini, KNYT SOMNIA mengambil penggalan peristiwa sejarah Indonesia dengan Mesir, khususnya peran pimpinan kedua negara tersebut dalam menggagas tatanan dunia baru dan menjadi pionir dalam menjaga keseimbangan dunia melalui Gerakan Non-Blok. Dideklarasikannya Gerakan Non-Blok adalah awal terjadinya teror bagi kedua negara tersebut, serta negara pendiri lainnya.

 

HAJI BACKPACKER

Pameran Foto dan Artefak, Diskusi dan Dramatic Reading
16 – 20 Desember 2013, jam 13.00 – 22.00
Klinik Kopi Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma

Pembukaan: 16 Desember 2013, jam 19.00 – 22.00

Diinisiasi oleh KANDANG JARAN

Kandang Jaran merupakan kelompok yang beranggotakan mahasiswa, seniman, dan peneliti.

Dalam program Parallel Events BJXII, Kandang Jaran akan mengangkat proyek haji ilegal dan beberapa keunikannya. Tidak hanya ibadah haji ilegal yang menjadi nilai ganjil dari penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri, tetapi banyak peristiwa unik mengiringi pelaksanaan ibadah haji. Berangkat dari sanalah, Kandang Jaran ingin mengulik keganjilan-keganjilan yang kerap dijumpai pada ibadah haji lebih dalam.

 

DemocrARTcy

Pameran Seni Kinetik
9 – 15 Desember 2013
Desa Krebet, Bantul

Pembukaan: 9 Desember 2013, jam 19.00

Diinisiasi oleh INSIGNIA INDONESIA

Insignia Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya berasal dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Insignia Indonesia membuat proyek kolaborasi penciptaan seni instalasi kinetik antara seniman, ilmuwan berbagai bidang, dan warga masyarakat. Proyek tersebut dilakukan dengan mengkaji nilai-nilai estetis kehidupan sebagai ide penciptaan karya seni yang inovatif dan cerdas. Dalam proyek ini, Insignia Indonesia melakukan kerja-kerja inkubasi ide antara seniman, masyarakat, dan ilmuwan, yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya seni instalasi kinetik di ruang terbuka.

 

RENBO QUR’AN

Pertunjukan Jathilan
1 Desember 2013, jam 10.00
Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta

Pameran Seni Rupa
6 – 11 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Misty, Jalan Kaliurang Km. 5,8, Kompleks Pogung Baru, Yogyakarta
Pembukaan: 6 Desember 2013, jam 19.00

Pemutaran Film Dokumenter
8 Desember 2013, jam 19.00
Misty

Diinisiasi oleh Kelompok Belajar 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Belajar 345 akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer serta antara agama dan budaya lokal, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk pertunjukan seni, film dokumenter, dan pameran seni rupa.

 

MAKCIK PROJECT

Pembukaan dan Pemutaran Film
12 November 2013, jam 20.00
Oxen Free, Jl. Sosrowijayan no. 2, Yogyakarta

Pameran
13 – 26 November 2013, jam 11.00 – 21.00
Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta (Selasa tutup)

Diinisiasi oleh MAKCIK PROJECT

Makcik Project diinisiasi oleh tiga orang seniman yang bekerja dengan para makcik (waria). Dalam kerangka kerja Parallel Events Biennale Jogja XII, proyek ini memasuki episode keduanya, yang digerakkan oleh seorang kurator dan melibatkan dua kolektif seni. Makcik Project berusaha mengidentifikasi nilai-nilai keberlangsungan hidup para makcik dan pekerja seni dalam tatanan masyarakatnya. Hal-hal yang dibagi, dipelajari, dan digarap oleh seluruh kolaborator proyek ini mengacu pada usaha keberlangsungan hidup egaliter; tanpa mengkhususkan, mengistimewakan, atau mengagenkan kolaborator. Proyek ini sekaligus berusaha menjadi kritis terhadap soal-soal seni kolaborasi, seni partisipasi, dan seni komunitas. Sejumlah kegiatannya mencakup: pameran, pemutaran film, peristiwa/performance, lokakarya, dan diskusi.

 

INNER RESISTANCE

Pembukaan Pameran Personal Perek
23 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop, Jl. Tirtodipuran no. 22, Yogyakarta

Pembukaan Pameran Inner Resistance
24 November 2013, jam 19.00 – 22.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #1
27 November 2013, jam 19.00 – 21.00
Kersan Art Studio, Ds. II Kersan no. 154 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Performance Perek #2
30 November 2013, jam 19.00–21.00
Kersan Art Studio

Wicara Seniman
7 Desember 2013, jam 16.00 – 20.00
Kersan Art Studio

Penutupan Pameran
7 Desember 2013, jam 20.20 – 23.30
Ascos, Asmara Art & Coffee Shop

Diinisiasi oleh Kelompok PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok PEREKs mengangkat permasalahan para TKW, dengan melakukan dokumentasi dan penelitian tentang para tenaga kerja wanita Indonesia yang selama ini terpinggirkan dan dianggap rendah. Hasilnya akan dipresentasikan dalam sebuah pameran seni rupa.

 

KAJIARAB
Sebuah Eksplorasi dan Eksperimentasi Artistik atas Wayang Golek Menak

Pameran Artefak Wayang Golek Menak
27 – 29 Desember 2013, jam 10.00 – 21.00
Institut Français Indonesia – Lembaga Indonesia Perancis
Jl. Sagan no. 3 Yogyakarta
Pembukaan: 27 Desember 2013, jam 19.30

Pementasan Wayang Wong
29 Desember 2013, jam 19.30
Institut Français Indonesia – Lembaga Indonesia Perancis

Diinisiasi oleh Kelompok Kaneman

Kelompok Kaneman adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada gerakan sosial anak muda di Yogyakarta. Dalam program Parallel Events BJXII, Kelompok Kaneman akan mengolah materi dari Wayang Menak. Wayang Menak merupakan seni pertunjukan yang bersumber dari Serat Menak, sebuah karya adaptasi atas “Hikayat Amir Hamzah” yang mengisahkan petualangan Amir Ambyah (Amir Hamzah), paman Nabi Muhammad. Kelompok Kaneman akan melakukan penelitian di masyarakat Desa Tutup Ngisor, Magelang, yang sering mementaskan Wayang Menak tersebut. Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam bentuk mural dan pertunjukan wayang.

 

BALAI BAMBU

Pemutaran Film Dokumenter: Pembuatan Balai Bambu
8 Desember 2013, jam 20.00
Ledok Pakuncen RT 38, Yogyakarta

Diinisiasi oleh Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja (ARKOM)

Arkomjogja (lembaga arsitek komunitas dan arsitektur alternatif) adalah lembaga non-profit yang berdomisili di Yogyakarta, aktif memperbaiki kampung bersama kampung-kampung informal di Yogyakarta. Sedangkan Paguyuban Kali Jawi merupakan paguyuban pelaksana program menjaga dan meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan kampung. Dalam program Parallel Events BJXII, Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja akan menyajikan dokumentasi tentang inovasi arsitektur bambu di Paguyuban Kali Jawi.

About Parallel Events

What are the Parallel Events?

The Parallel Events are part of the program that complements the Biennale Jogja XII Equator #2. It is a competition for creating an artistic event. Parallel Events Jogja XII Equator #2 aims to enrich knowledge about the Equator through collaborating with various communities which have specialist knowledge, as well as maximising networks through increasing the relations between various thinkers and academics. As such, the source of knowledge that each participant has is able to emerge and to make a firm statement.

It is also hoped that the implementation of the Parallel Events will be able to stimulate the growth of elements of Indonesian art infrastructure that is of a high quality: including, artists, organisers, curators, writers and arts critics who are competent and reliable. It is hoped that this will affirm the position of Yogyakarta as a centre of arts and cultural activities in Southeast Asia. As well as placing the Jogja Biennale as a prestigious arts event that is comparable with other major biennales throughout the world.

Why Parallel Events?

The Jogja Biennale, an international event, is held in the special administrative region of Yogyakarta. The city has a strong academic culture and is a rich source of ideas and independent initiatives which emerge from formal institutions as well as informal groups.

The two groups move beyond national borders with broad networks. They work in specific scientific fields, from developing the people’s economy, developing the quality of the environment, protecting cultural heritage, increasing the quality of human interaction based on pluralism, studying and exchanging culture, documenting archives, and others.

The Yogyakarta Biennale Foundation (Yayasan Biennale Yogyakarta) realises, that as a small organisation, it cannot work alone. As such, it has invited intellectuals and academics, to become involved in the Parallel Events program. Through implementing the Parallel Events, it is hoped that the echo of the conversation between various parties in regards to the Biennale Equator #2 will break down divisions within the dynamics of interactive unity that is typical of Yogyakartan civil society. As such, the Parallel Events of Biennale Equator #2, can touch upon areas of academic research that are more varied and diverse.

What do the Parallel Events include?

The Parallel Events can include findings, combinations of mediums, and the spreading of knowledge that is performed in a creative manner. Ideas related to the main theme of the Jogja Biennale Equator #2, i.e. ‘mobility’, as a reading of contemporary arts practices in the era of globalisation – which has both broadened the process of production as well as that of distribution and consumption – both as a product and as an idea. Ideas could also be related to the equator, as well as Indonesia’s relationship with Egypt, Saudi Arabia and United Arab Emirates.

Activities may be in the form of:

  • Exhibition
  • Workshop
  • Seminar/discussions
  • Performance art
  • Performing arts
  • Community based project
  • Film screening


Who can take part in the Parallel Events?

Artists, groups of artists, formal and informal organisations, community groups or individual initiatives that will produce something based on collaborative work.
Events that are included in Parallel Events Biennale Equator #2 are initiated and organised by artists, galleries, activists in public spaces, social science institutes, universities, and arts communities that are based in the Special Province of Yogyakarta.


Who are the potential collaborative partners for Biennale Equator #2?

Biennale Equator #2 invites practitioners from various disciplines to become a dialogue partner or collaborating arts practitioner to initiate activities that will become a part of the Parallel Events program. In general, they represent fields and interests outside of the fine arts; they are historians, anthropologists, philosophers, geologist, architects, journalists, photographers, filmmakers, travellers, musicians, IT programmers, religious students, religious leaders and so on.


When and where will the Parallel Events be held?

The Parallel Events will be held at the time of the Jogja Biennale XII Equator #2:

16 November 2013 – 6 January 2014.
The Parallel Events will be held throughout Special Province of Yogyakarta, including in Bantul, Sleman, Kulon Progo, and Gunung Kidul.


Awards for Events

The Best Parallel Events

The committee of the Jogja Biennale XII Equator #2, will give Rp.15million to the 2 best organisers of each of the Parallel Events as well as publish a catalogue of the 10 best selected Parallel Events.
Registration before 31st March, 2013.

CONTACT:
Biennale Jogja XII Equator #2 Office
Taman Budaya Yogyakarta
Jl. Sri Wedani No.1 Yogyakarta
Ph. +62 (0)274 587712
Email: parallelevents@biennalejogja.org | Website: www.biennalejogja.org
CP: Ditya Sarasi (Ms). Mobile: +62 896 7140 2093

Profil dan Ringkasan Proposal Peserta Parallel Events BJ XII

1. Colliq Pujie

Coliiq Pujie merupakan kelompok diskusi seni dan budaya  independen. Anggotanya terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus, baik yang berasal dari Sulawesi Selatan maupun daerah lain. Kelompok Colliq Pujie di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aksara Serang dan Bilang-Bilang: Aksara Variasi Arab di Sulawesi Selatan (Lonrak Ara’).

Lontarak merupakan aksara resmi yang digunakan di lingkungan kerajaan maupun masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya. Disebut Lontarak karena ia ditulis di atas daun lontar kering yang berfungsi sebagai kertas di masa itu.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Workshop Interaktif

2. Pameran Seni Lukis, Project Instalasi, Mural, dan Pameran Dokumentasi

3. Pertunjukan seni

 

2. DEKA-EXI(S)

DEKA-EXI(S) merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya berasal dari mahasiswa S-2 Pasca Sarjana ISI Yogyakarta dan beberapa rekan yang berasal di luar disiplin seni rupa. Kelompok DEKA-EXI(S) di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Arabian Pasar Kliwon. Kaum Arab Pasar Kliwon adalah sebuah komunitas atau warga keturunan Arab Indonesia yang terbesar di Surakarta. Deka –Exi(s) akan mengambil objek tentang kebudayaan warga Arab yang tinggal di seputaran wilayah Solo, yang benama “Pasar Kliwon “.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Pameran dokumentasi

2. Performance

3. Workshop : tari, kaligrafi, musik

4. Instalasi Art

5. Video Art exhibition

 

3. HABITUS AINUN

Habitus Ainun adalah kelompok kajian Budaya dan Media yang memfokuskan pada kajian praktik budaya sehari hari dengan presentasi berbasis seni rupa kontemporer. Kelompok Habitus Ainun di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Aku Unta Kamu : Bermain – main dengan Esensialisme Arab. Asumsi bermain – main dengan esensialisme Arab bagi masyarakat Indonesia, Habitus Ainun ingin membuat konstruksi baru tentang bagaimana kita sebagai Indonesia memandang Arab, sehingga ketika membicarakan Arab yang terbayang tidak hanya Islam dan unta.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Penelitian

2. Workshop

3. Pameran

 

4. O2

O2 adalah kelompok multidispliner  yang terdiri dari fotografer, pelukis, ekonom UGM dan Arsitek  yang tertarik dengan isu-isu budaya masyarakat yang spesifik, menggali keunikan budaya lokal untuk diolah dalam medium seni rupa. Kelompok O2 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Potret Masyarakat Muslim di Gunung Kidul. O2 terpanggil untuk menampilkan kehidupan kelompok Muslim di Gunung Kidul, kehidupan muslim di salah satu daerah di Indonesia perlu dipahami sebagaimana adanya. Pada foto potret kehidupan religius warga desa ini, kesan yang ingin dimunculkan adalah kesan kesederhanaan, kedamaian, dan penuh rasa persahabatan. Visualisasi potret masyarakat Islam di Gunung Kidul ini sebuah langkah awal, Upaya mengingatkan bahwa pengaruh budaya lokal bagi sebuah identitas untuk melihat ke dalam.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

a.Riset dan Penelitian

b.Workshop

c.Pembuatan buku dokumentasi warga

d.Presentasi hasil penelitian

e.Pameran

 

5. Hide Project Indonesia

Hide Project Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Hide Project Indonesia di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan modal kapital yang sudah bergerak melintasi batas-batas geografi negara, dengan nama proyek Ghost of Civilization. Negara-negara seperti Indonesia dan Arab dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Dalam hal ini minyak atau tambang, menjadi ajang pertemuan, perputaran dan persaingan modal. Hide Project Indonesia ingin menciptakan suasana membaca informasi dalam situasi yang tidak lazim, dengan pembesaran-pembesaran sensasi. Semacam metode cuci otak secara singkat untuk menyampaikan ide kami, bahwa uanglah yang sering kali menjadi penggerak utama dalam pergerakan-pergerakan politik atau sosial dll.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek adalah Pameran Instalasi. 

 

6. KNYT SNOMIA

KYNT SNOMIA adalah kelompok multidispliner yang terdiri dari seniman dan pemerhati sejarah. Kelompok KYNT SNOMIA di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat mengangkat persoalan pengalaman sejarah dengan nama proyek Genesis of Terror. Di dalam proyek ini KYNT SNOMIA hendak meneruskan cita-cita dan harapan para Bapa Bangsa, secara khusus adalah hubungan Indonesia dengan Negara Khatulistiwa yang telah menjadi pioneer dalam menjaga keseimbangan dunia melalui komitmen Gerakan Non Blok dan menegaskan kembali bahwa setelah Gerakan Non Blok digulingkan adalah awal mula dari semua teror yang terjadi pada semua negara di wilayah seputaran khatulistiwa.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Video and Sound Art Installation
  2. Pameran
  3. Photobox

 

7. Daun Singkong

Daun Singkong adalah kelompok yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu. Kelompok Daun Singkong di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan melakukan proyek penanaman-penanaman ide untuk para WNI yang akan hijrah ke Arab dan sekitarnya. Dengan nama proyek Arab – Arab Cemas. Sasaran utama proyek ini adalah para calon Haji, TKI, dan para WNI yang akan pergi ke Arab dan sekitarnya. Maksud dari projek ini agar para WNI yang akan berangkat ke Arab dan sekitarnya dapat paham tentang kondisi lingkungan serta kebudayaan Arab.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Workshop

 

8. PANG LIMA

Pang Lima  merupakan kelompok yang anggotanya berasal dari komunitas seni. Kelompok Pang Lima di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Perjumpaan Teks Nusantara dan Timur Tengah. Teks Nusantara dan Timur Tengah menjadi tema utama kelompok Pang Lima karena teks (huruf, kata, kaligrafi) dipandang sebagai sesuatu yang selalu muncul, beriringan, dan dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Teks (huruf, kata, kaligrafi) dianggap sebagai simbol dari perkembangan intelektual, dimana setiap masa ke masa selalu berkembang menjadi sebuh simbol-simbol baru.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Diskusi
  2. Workshop
  3. Pameran seni rupa

 

9. Kandang Jaran

Kandang Jaran  merupakan kelompok yang anggotanya merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Kelompok Kandang Jaran di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek Haji Backpaker. Kelompok Kandang Jaran mengusung tema ini dimaksudkanakan menampilkan hasil penelitiannya dalam praktik-praktik haji yang dilakukan tidak secara lazim adanya.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

1. Pameran Artefak Haji Backpacker (tulisan/catatan perjalanan, foto, dll dari narasumber)

2. Pameran Komik Dinding

3. Diskusi Haji Bacpacker menurut berbagai sudut pandang;

4. Lomba Karikatur

5. Pameran Kaligrafi

6. Lomba Ular-Ular Temanten

7. Dramatic Reading

8. Pasar Tiban: Islam adalah Pasar

9. Happening Art

10. Diskusi Budaya

 

10. INSIGNIA  INDONESIA

Insignia  Indonesia merupakan kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Insignia  Indonesiadi dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini mengangkat proyek  melalui perluasan ide, proses, distribusi, dan konsumsi seni melalui kolaborasi penciptaan antara seniman, ilmuwan berbagai bidang dan warga masyarakat dengan mengkaji nilai-nilai estetis kehidupan sebagai ide penciptaan karya seni yang inovatif dan cerdas. Nama dari proyek ini adalah DemocrARTcy .

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Inkubator ide antara seniman, masyarakat, dan ilmuwan
  2. Kolaborasi penciptaan karya
  3. Pameran seni di ruang terbuka

 

11. KELOMPOK BELAJAR 345

Kelompok Belajar 345 merupakan kelompok seni yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kelompok Belajar 345 di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengurai penelusuran terhadap penggabungan Islam formal dengan budaya populer dan budaya lokal masyarakat di Yogyakarta. Nama dari Proyek ini adalah Renbo Qur’an.

Kelompok Belajar 345 akan melakukan penelitian tentang pertemuan antara agama dan budaya populer, serta agama dan budaya lokal yang diwujudkan dalam bentuk material adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang memiliki wujud secara nyata (riil). Budaya materi mencakup semua benda-benda fisik yang diciptakan oleh manusia dan memberinya makna.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran Pemutaran film
  2. Syukuran dan diskusi
  3. c.     Performing Art

 

12. Makcik Project

Makcik Project diinisiasi oleh tiga orang seniman dan bekerja dengan para makcik (waria). Dalam kerangka kerja Parallel Event Biennale Jogja XII, proyek ini memasuki episode keduanya yang digerakkan oleh seorang kurator dan melibatkan dua kolektif seni.

Makcik Project berusaha mengidentifikasi nilai-nilai keberlangsungan hidup makcik dan pekerja seni dalam tatanan masyarakatnya. Hal-hal yang dibagi, dipelajari, dan digarap oleh seluruh kolaborator proyek ini mengacu pada usaha keberlangsungan hidup egaliter (tidak mengkhususkan, mengistimewakan, atau mengagenkan kolaborator). Proyek ini sekaligus berusaha menjadi kritis terhadap soal-soal seni kolaborasi, seni partisipasi, dan seni komunitas.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antara lain:

  1. Pameran
  2. Pemutaran film
  3. Happening/performans
  4. Lokakarya

 

12. PEREKs

Kelompok PEREKs merupakan kelompok seni perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan. Kelompok PEREKs di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini  akan mengangkat permasalahan masalah para TKW, dengan sebuah dokumentasi dan penelitian tentang para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang selama ini terstigma dan memiliki konotasi merendahkan para pekerja. Nama dari proyek ini adalah Inner Resistance.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Instalasi multimedia

 

13. Kaneman

Kaneman adalah lembaga nirlaba yang menfokuskan pada Gerakan Sosial Anak Muda di Yogyakarta. Kelompok Kaneman di dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenai Wayang  Menak  yang merupakan seni pertunjukan yang bersumber dari buku “Serat Menak”. Wayang Orang Menak adalah salah satu dari hasil karya pertunjukan yang masih sering dimainkan oleh masyarakat dusun Tutup Ngisor

Dari sini Kelompok Kaneman akan melakukan penelitian  isi cerita dari “Serat Menak”. Nama dari proyek ini adalah KAJIARAB; Studi Atas Wayang Golek Menak.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

  1. Pameran
  2. Pertunjukan
  3. Presentasi  hasil penelitian kepada publik.

 

14. Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja

Arkomjogja (lembaga arsitek komunitas dan arsitektur alternative) adalah lembaga non-profit yang berdomisili di Yogyakarta yang aktif memperbaiki kampung bersama kampung-kampung informal di Yogyakarta. Paguyuban Kalijawi merupakan paguyuban  pelaksanakan program menjaga dan meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan kampung. Kelompok Paguyuban Kali Jawi dan Arkomjogja dalam Program Parallel Events Biennale Jogja XII kali ini akan mengangkat mengenaidokumentasi oleh komunitas, inovasi arsitektur bambu, dan teater sebagai media komunikasi publik dan pameran barang-barang seni dari kalangan Kali Jawi sendiri.

Bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan terkait dengan proyek antaralain:

1. Seminar dan pameran tentang “Perbaikan Kampung Kota oleh Warga Bantaran Kali”

3. Workshop tentang pemetaan dan perencanaan partisipatif.

4. Workshop konstruksi bambu.